Jutaan manusia mengungsi akibat propaganda 9/11 AS

366

Support Us

AMERIKA (Arrahmah.com) – Propaganda perang yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak serangan 11 September 2001, telah memaksa tak kurang 37 juta orang mengungsi dari rumah. Begitu hasil laporan terbaru yang dirilis dari American University dan Brown University’s Cost of War.

Sampai sekarang, sebagaimana dikutip dari Quincy Institute for Responsible Statecraft pada 8 September 2020, tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang mengungsi akibat propaganda perang global melawan teror ini. Yang jelas, karena propaganda ini, AS tidak hanya melakukan operasi tempur di Afghanistan, Irak, dan Suriah saja, tetapi juga di 21 negara lain sejak Presiden George W. Bush.

Tidak ada bagian dari pemerintah AS yang mendata hal tersebut, baik itu Pentagon, Departemen Luar Negeri, maupun Lembaga lain yang ada di AS. Pendataan mengungsinya warga akibat propaganda perang global melawan teror baru dilakukan akademisi dan organisasi internasional, seperti UNHCR. Tetapi data ini pun sebatas waktu tertentu saja. Tidak secara keseluruhan perang yang mengungsi sejak perang dimulai.

Salah satu lembaga akademisi yang melakukan perhitungan akan dampak propaganda perang global melawan teror terhadap mengungsinya warga dunia dilakukan oleh Klinik Antropologi Publik Universitas Amerika. Menurut mereka, dari 8 perang yang dilancarkan atau diikuti militer AS sejak 2001 (ket: Afghanistan, Irak, Libya, Pakistan, Filipina, Somalia, Suriah, dan Yaman), tak kurang mengakibatkan 8 juta orang mengungsi dan meminta suaka ke negara lain, sedangkan 29 juta lainnya mengungsi namun masih di negeranya sendiri.

Angka 37 juta pengungsi ini melibihi angka pengungsi akibat bencana atau perang yang terjadi sejak tahun 1900, kecuali Perang Dunia II. Sebagai perbandingan, pada Perang Dunia I jumlah pengungsi diperkirakan sekitar 10 juta saja. Sedangkan Perang India – Pakistan sebesar 14 juta dan perang Vietnam sebesar 13 juta.

Perpindahan 37 juta orang ini pun sama halnya seperti memindahkan hampir semua penduduk negara bagian California atau hampir sebesar warga Kanada.

Berita Terkait

Secara khusus, Klinik Antropologi Publik Universitas Amerika merinci jumlah pengungsi dari setiap negara sebagaimana berikut:

  • Afghanistan sebesar 5,3 juta orang (ket: 26% dari populasi sebelum perang);
  • Pakistan sebesar 3,7 juta orang (ket: 3% dari populasi sebelum perang);
  • Filipina sebesar 1,7 juta orang (2%);
  • Somalia sebesar 4,2 juta orang (46%);
  • Yaman sebesar 4,4 juta orang (24%);
  • Irak sebesar 9,2 juta orang (37%);
  • Libya sebesar 1,2 juta orang (19%); dan
  • Suriah sebesar 7,1 juta orang (37%).

Sebagian besar pengungsi akibat propaganda perang global melawan teror, Klinik Antropologi Publik Universitas Amerika, melarikan diri ke negara tetangga di Timur Tengah yang lebih besar, terutama Turki, Yordania, dan Lebanon.

Sedangkan sebagian lainnya mencoba peruntungan ke negera-negara Eropa dan Amerika. Tak kurang sekitar 1 juta orang mencapai Jerman dan ratusan ribunya lainnya melarikan diri kenegara lain di Eropa serta ke AS. Adapun kebanyakan orang Filipina, Libya, dan Yaman lebih memili mengungsi di negara mereka sendiri.

(hanoum/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Pejabat Zionis: Dunia harus berterima kasih pada "Israel" atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang pejabat "Israel" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada hari Sabtu (28/11/2020) bahwa dunia harus berterima kasih kepada negaranya atas pembunuhan sosok yang diduga dalang…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Iklan