"Normalisasi" UEA-'Israel', politisi anti-Islam Norwegia nominasikan Trump penerima Nobel

105

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Presiden AS Donald Trump telah dinominasikan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2021 karena menjadi perantara ‘kesepakatan damai’ antara UEA dan ‘Israel’, lapor AP, Rabu (9/9/2020).

Anggota parlemen sayap kanan Norwegia Christian Tybring-Gjedde memuji Trump atas perannya dalam menormalkan hubungan antara kedua negara dan mengklaim bahwa dia telah berbuat banyak untuk “menciptakan perdamaian” antar negara daripada calon Nobel lainnya.

Dia mengatakan kepada Fox News, “Untuk kemampuannya, saya pikir dia telah melakukan lebih banyak upaya untuk menciptakan perdamaian antar negara daripada kebanyakan nominator Hadiah Perdamaian lainnya.”

Dia menguraikan dalam suratnya bahwa dia berharap setelah kesepakatan kontroversial untuk menormalkan hubungan antara UEA dan ‘Israel’ akan mengarah pada normalisasi lebih lanjut di wilayah tersebut.

Dia menulis: “Seperti yang diharapkan negara-negara Timur Tengah lainnya akan mengikuti jejak UEA, perjanjian ini bisa menjadi pengubah permainan yang akan mengubah Timur Tengah menjadi wilayah kerja sama dan kemakmuran.”

Berita Terkait

Dia juga memuji Trump atas “peran utamanya dalam memfasilitasi kontak antara pihak-pihak yang berkonflik” dan “menciptakan dinamika baru dalam konflik berkepanjangan lainnya, seperti sengketa perbatasan Kashmir antara India dan Pakistan, dan konflik antara Korea Utara dan Selatan, serta menangani dengan kemampuan nuklir Korea Utara.”

Ini bukan pertama kalinya Tybring-Gjedde menominasikan seseorang untuk mendapatkan hadiah Nobel. Pada tahun 2006, anti-imigrasi garis keras ini menominasikan pembuat film anti-Islam Ayaan Hirsi Ali. Ali adalah pengkritik syariat, menyamakan jilbab dan pakaian religius lainnya yang dikenakan oleh Muslimah dengan seragam Nazi atau kelompok supremasi kulit putih AS, Ku Klux Klan.

Tybring-Gjedde adalah pembela ‘Israel’ terdepan yang gigih dan telah menghadiri banyak acara dan demonstrasi untuk mendukung negara tersebut. Dia adalah anggota kelompok ‘Friends of ‘Israel’ in the Parliament of Norway’.

Dia telah berbicara menentang pengakuan Palestina sebagai sebuah negara dan memperingatkan agar tidak mengikuti tuntutan tetangganya Swedia, yang mengakui Palestina pada tahun 2014. Dia lebih lanjut menuduh Menteri Luar Negeri Norwegia Børge Brende “naif” setelah dia mengutuk penggunaan kekuatan ‘Israel’ yang “tidak proporsional” di Gaza .

Trump dijadwalkan menjadi tuan rumah upacara penandatanganan antara UEA dan ‘Israel’ pada 15 September setelah mengumumkan kesepakatan untuk menormalkan hubungan antara keduanya bulan lalu. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Serangkaian roket hantam Kabul, 8 dilaporkan tewas

KABUL (Arrahmah.com) - Beberapa roket menghantam daerah pemukiman pada awal jam sibuk di ibukota Afghanistan Kabul pada Sabtu (21/11/2020), menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 31 lainnya, kata pejabat polisi setempat.…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Warga: Baliho Habib Rizieq Dipasang di Titik yang Tak Ganggu Ketertiban Umum

JAKARTA (Arrahmah.com) - Spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Jalan KS Tubun dekat markas FPI, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah diturunkan. Warga Petamburan menganggap pencopotan…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Iklan