Berita Dunia Islam Terdepan

Hamas: Kesepakatan tercapai untuk hentikan agresi di Gaza

571

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Jalur Gaza yang terkepung, mengumumkan telah mencapai kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar untuk mengakhiri eskalasi kekerasan terbaru oleh “Israel”.

Setelah pembicaraan dengan utusan Qatar Mohammed El-Emadi, “sebuah kesepahaman dicapai untuk mengekang eskalasi terbaru dan mengakhiri agresi [Israel] terhadap rakyat kami”, ujar pernyataan yang dikeluarkan kantor pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada Senin (31/8/2020), lansir Al Jazeera.

Tidak ada komentar langsung dari “Israel”.

Tentara “Israel” telah melakukan serangan di Gaza hampir setiap hari sejak 6 Agustus dalam apa yang dikatakannya sebagai tanggapan terhadap perangkat pembakar udara dan roket yang diluncurkan ke “Israel” selatan.

“Israel” juga memperketat blokade di Jalur Gaza. Mereka melarang nelayan Gaza untuk melaut dan menutup perbatasan yang biasa menjadi tempat masuknya bahan bakar dan barang-barang bantuan. Penutupan tersebut membuat satu-satunya pembangkit listrik di Gaza tidak berfungsi karena kekurangan bahan bakar.

Apa yang Hamas katakan tentang perjanjian itu adalah bahwa mereka akan menghentikan peluncuran balon pembakar serta apa yang disebutnya operasi malam hari di mana kelompok-kelompok pria berjalan di sepanjang pagar dan melempar bahan peledak dan menyebabkan gangguan,” ujar laporan Al Jazeera.

“Sebagai gantinya, dikatakan bahwa ‘Israel’ berusaha untuk kembali ke situasi pra-eskalasi yang berarti mengizinkan nelayan keluar ke Mediterania, mengurangi pembatasan barang yang masuk dan juga mungkin pemulihan pasokan bahan bakar ke satu-satunya pembangkit listrik Gaza.”

Pengumuman pada Senin datang di tengah kesibukan aktivitas diplomatik dari Qatar yang utusannya mengirimkan dana bantuan senilai 30 juta USD ke Gaza sebelum mengadakan pembicaraan dengan para pejabat “Israel” di Tel Aviv.

Sumber yang dekat dengan delegasi Qatar mengatakan “Israel” mengatakan kepada Al-Emadi bahwa mereka bersedia melanjutkan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik dan meringankan blokade mereka, jika ada penghentian balon api. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan