Berita Dunia Islam Terdepan

Serangan Turki di perbatasan Irak tewaskan tiga pejuang Kurdi

394

Support Us

DOHUK (Arrahmah.com) – Pengeboman Turki menewaskan tiga pejuang Kurdi di Irak utara, seorang pejabat setempat mengatakan pada Jumat (14/8/2020), ketika Baghdad berusaha menggalang dukungan untuk mengakhiri serangan Ankara di wilayahnya.

Turki melancarkan operasi darat dan udara lintas batas pada pertengahan Juni melawan pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di daerah pegunungan di Irak utara.

“Pemboman Turki menargetkan sebuah mobil di desa Rashanki, di provinsi Dohuk, menewaskan tiga pejuang PKK, dan melukai orang keempat yang melarikan diri,” kata Mushir Bashir, walikota setempat, seperti dilansir AFP.

Serangan tersebut terjadi ketika Irak mencoba mengumpulkan dukungan dari tetangganya untuk membentuk front persatuan melawan serangan Ankara.

Turki mengatakan bahwa itu adalah haknya untuk membom PKK, yang dianggapnya sebagai organisasi “teroris”, dan menuduh Baghdad dan Kurdistan Irak tidak menghentikan kelompok itu.

Awal pekan ini, dua perwira senior Irak dan sopir mereka tewas dalam serangan pesawat tak berawak Turki, mendorong Irak memanggil duta besar Turki di Baghdad untuk ketiga kalinya dalam dua bulan.

Jumat, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menghubungi mitranya dari Bahrain dan Emirat, setelah menelepon Menteri Luar Negeri Mesir, Yordania, Saudi, dan Kuwait sehari sebelumnya, serta kepala Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Hussein memohon untuk “posisi bersatu, memaksa Turki untuk menarik pasukannya yang telah menyusup ke wilayah Irak.”

Menurut para pengamat, untuk mencapai hal tersebut merupakan tantangan besar.

Turki, mitra dagang utama Irak dan kelas berat regional, telah memiliki beberapa pos militer di Kurdistan Irak selama 25 tahun terakhir.

Sekarang mereka memperluas basisnya, kata sumber Kurdi.

PKK telah melancarkan pemberontakan terhadap negara Turki sejak 1984. PKK telah lama menggunakan medan terjal Irak utara sebagai pangkalan belakang untuk melancarkan serangan ke Turki, yang pada gilirannya telah mendirikan posisi militer di dalam wilayah Irak untuk melawan mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan