Berita Dunia Islam Terdepan

Filipina Resmi Terjun ke Jurang Resesi

645

Support Us

MANILA (Arrahmah.com) – Satu lagi negara tetangga yang resmi terjun ke jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi Filipina kuartal kedua minus 16,5% secara tahunan. Angka ini lebih dalam dari proyeksi reuters di -9% dan menjadikan negara yang dipimpin Redrigo Duterte ini mengalami resesi dalam 29 tahun terakhir.

Kontraksi ekonomi pertama yang menjerat Filipina dalam 3 dekade tersebut terjadi setelah penerapan kebijakan lockdown di negara itu demi mempersempit penyebaran corona.

“Tanpa ragu, pandemi dan dampak buruknya terhadap ekonomi sedang menguji ekonomi tidak seperti sebelumnya,” kata penjabat Sekretaris Perencanaan Sosial Ekonomi Karl Chua seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/8/2020), sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Namun, ia mengatakan tidak seperti krisis masa lalu, Filipina sekarang berada dalam posisi yang lebih kuat untuk mengatasi masalah itu.

Meskipun demikian, ketika petugas kesehatan negara itu sedang berjuang untuk mengatasi corona, lebih dari 27 juta orang di Manila dan empat provinsi sekitarnya pulau utama Luzon yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari output ekonomi negara itu, kembali di-lockdown parsial selama dua minggu.

Presiden Rodrigo Duterte yang enggan memperketat pembatasan setelah jutaan orang Filipina kehilangan pekerjaan saat lockdown pertama dilakukan mengatakan negara tidak kuat lockdown lebih lama.

“Kami tidak punya uang lagi. Saya tidak bisa memberikan makanan dan uang lagi kepada orang-orang,” ungkap Duterte.

Kesengsaraan ekonomi negara telah diperburuk oleh penurunan pengiriman uang dari tenaga kerja Filipina yang bekerja di luar negeri. Biasanya tenaga kerja itu mengirim uang ke keluarga mereka setiap bulan dan bisa digunakan untuk mendorong konsumsi masyarakat yang menjadi penopang utama pertumbuhan Filipina.

Data bank sentral Filipina, pengiriman uang tersebut turun 6,4 persen dalam lima bulan pertama 2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terjadi karena ribuan pelaut, pembersih dan pekerja konstruksi kehilangan pekerjaan mereka dan kembali ke Filipina.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan