Berita Dunia Islam Terdepan

Support Us

Erdogan: Keberatan Hagia Sophia menjadi masjid melanggar kedaulatan Turki

760

ANKARA (Arrahmah.com) – Dalam pidato yang disiarkan langsung beberapa jam setelah keputusan presiden dikeluarkan untuk mengembalikan Hagia Sophia dari sebuah museum menjadi masjid, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan dibuka untuk kegiatan ibadah Muslim pada 24 Juli.

“Seperti halnya semua masjid lainnya, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, termasuk warga negara Turki dan wisatawan. Kami berencana untuk membuka Masjid Hagia Sophia untuk beribadah pada 24 Juli. Hagia Sophia berada di bawah yurisdiksi Turki. Setiap keberatan terhadap keputusan pengadilan kami akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan kami,” tegas Erdogan, sebagaimana dilansir Daily Sabah, Jumat (10/7/2020).

Mahkamah Turki pada Jumat (10/7) membatalkan dekrit pemerintah 1934 yang menjadikan Hagia Sophia menjadi museum.

Keputusan yang telah lama ditunggu-tunggu ini telah membuka jalan bagi ikon kota Istanbul Hagia Sophia untuk digunakan sebagai masjid.

Setelah putusan pengadilan, Erdogan menandatangani keputusan presiden untuk menyerahkan Hagia Sophia ke Kepresidenan Urusan Agama Turki dan terbuka untuk beribadah sambil memberi selamat kepada orang-orang Turki.

Pengadilan menyatakan bahwa Hagia Sophia secara resmi terdaftar sebagai masjid dan diputuskan penggunaannya untuk apa pun selain masjid secara hukum tidak mungkin.

“Keputusan Kabinet pada tahun 1934 yang mengakhiri penggunaannya sebagai masjid dan mendefinisikannya sebagai museum tidak sesuai dengan hukum,” katanya.

Sebuah LSM di Istanbul, Asosiasi Yayasan Berkelanjutan untuk Artefak Sejarah dan Lingkungan, mengajukan tuntutan yang meminta pembatalan keputusan Dewan Kabinet pada 1934 untuk mengubah Hagia Sophia menjadi museum setelah menjadi masjid selama lebih dari 500 tahun.

Pengadilan melakukan sidang pada 2 Juli sebelum mengeluarkan keputusannya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah