Berita Dunia Islam Terdepan

Turki kecam pengibaran bendera Bizantium di masjid di Siprus Yunani

670

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) pada Ahad (7/6/2020) mengutuk pemasangan bendera Bizantium di sebuah masjid di kota Larnaca di Siprus Yunani.

“Pemerintah Yunani harus berhenti mendorong kegiatan anti-Turki dan Islamofobik yang sedang dikipasi oleh beberapa kekuatan gelap di selatan pulau dan harus mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri mentalitas yang sakit ini,” kata wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan dalam sebuah tweet.

“Dengan kesedihan dan kemarahan, kami telah menyaksikan serangan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan hati nurani di Siprus Selatan. Menggantungkan bendera Bizantium di Masjid Tuzla di Larnaca telah melukai kami dan semua orang yang membela kebebasan berkeyakinan,” kata Direktur Komunikasi Turki, Fahrettin Altun melalui akun twiternya, sebagaimana dilansir TRT Wold, Senin (8/6/2020).

Mengingatkan kembali upaya pembakaran sebuah masjid di Siprus Yunani, Presiden TRNC Mustafa Akinci mendesak pemerintah Siprus Yunani untuk tidak membiarkan tindakan keji ini.

“Jelas ada seseorang yang berharap untuk mengandalkan provokasi. Setelah upaya pembakaran masjid di Limassol, tindakan ini tidak boleh diremehkan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Turki, mengatakan dalam sebuah twit: “Kami mengutuk keras pengibaran bendera Bizantium ke masjid di desa Tuzla di Siprus Selatan. Pemerintah Yunani harus menghentikan permusuhan terhadap Islam.”

“Mereka yang mempromosikan Islamophobia akan segera menghadapi masalah yang disebabkan oleh fasis yang mereka lindungi,” imbuhnya.

Pekan lalu, Masjid Koprulu Haci Ibrahim Aga di kota Limassol diserang oleh bom bensin oleh orang tak dikenal.

Perdana Menteri Siprus Turki Ersin Tatar meminta pemerintah Siprus Yunani untuk membuat kebijakan untuk menghentikan kegiatan anti-Islam.

Otoritas agama tertinggi TRNC mengaku sedih dengan kabar tersebut dan meminta uskup agung untuk menjelaskan masalah ini.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan