Berita Dunia Islam Terdepan

AS sambut dimulainya kembali produksi minyak Libya

301

Support Us

TRIPOLI (Arrahmh.com) – Kedutaan Besar AS di Libya menyambut kembalinya produksi di ladang minyak al-Sharara, ladang minyak terbesar negara itu, dan meminta semua pihak yang bertikai Libya untuk menolak militerisasi sektor energi.

“Sekarang adalah waktunya bagi semua pihak yang bertanggung jawab untuk menolak upaya militerisasi sektor energi dan menundukkan infrastruktur kritis untuk kepentingan asing,” kedutaan men-tweet pada hari Minggu (7/6/2020).

Dimulainya kembali pengilangan, yang dioperasikan sebagai usaha patungan antara National Oil Corp dan Total SA, Repsol SA, OMV AG, dan Equinor ASA, mengikuti langkah mundur Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar dari wilayah barat.

Libya telah dicengkeram oleh perang berkelanjutan antara Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan LNA.

Pada hari Sabtu (6/6), Presiden Mesir Abdul Fatteh al-Sisi mengumumkan rencana perdamaian Inisiatif Kairo, yang didukung oleh Haftar.

Namun, laporan media mengatakan bahwa GNA dan pendukung Turki menolak rencana tersebut sehari setelahnya (7/6). (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan