Berita Dunia Islam Terdepan

Support Us

India dan Cina akan adakan pembicaraan militer terkait ketegangan di perbatasan

105

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Pemerintah India telah meminta perundingan militer tingkat tinggi dengan Cina. Dikabarkan pertemuan kedua negara tersebut berlanjut di sepanjang perbatasan di wilayah Ladakh utara India, ujar seorang pejabat pada Rabu (3/6/2020).

Pada 6 Juni mendatang, letnan jenderal dari kedua belah pihak akan bertemu di sebuah bangunan yang menjadi tempat pertemuan di perbatasan India di Ladakh.

“India akan dipimpin oleh Letnan Jenderal Harinder Singh, komandan korps XIV Corps yang berbasis di Leh,” seorang juru bicara Angkatan Darat India mengatakan kepada Anadolu Agency.

Pada Selasa (2/6), perwira tingkat umum utama dari India dan Cina mengadakan diskusi untuk menyelesaikan ketegangan di perbatasan.

Pertikaian perbatasan yang dimulai pada 5 Mei di lembah Galwan di Ladakh dan kemudian di Nakula hingga di Sikkim timur laut tiga hari kemudian telah menyebabkan perselisihan di sepanjang Garis Kontrol Aktual, perbatasan de facto antara India dan Cina.

“India sedang dalam pembicaraan dengan Cina. Kami memiliki mekanisme untuk menyelesaikan masalah dan kami bekerja sesuai mekanisme itu. Tidak ada yang lebih baik jika itu dapat diselesaikan melalui pembicaraan,” tulis Rajnath Singh, Menteri Pertahanan India, dalam akun Twitternya.

Tidak ada tanggapan langsung atas pembicaraan dari Beijing. Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian mengatakan pada Senin (1/6) bahwa ada sarana untuk komunikasi terkait perbatasan di bidang diplomatik dan militer antara Beijing dan New Delhi.

“Saat ini situasi keseluruhan di sepanjang perbatasan stabil dan dapat dikendalikan … Kami percaya masalah ini dapat diselesaikan dengan baik setelah negosiasi dan konsultasi bilateral,” katanya dalam konferensi pers reguler.

Ketegangan perbatasan antara kedua negara telah ada selama lebih dari tujuh dekade. Kedua negara bahkan berperang di negara berbukit Arunachal Pradesh pada tahun 1962, yang disebut Perang Sino-India.

Pada tahun 2017, kedua pasukan dikurung dalam pertempuran selama 73 hari di dataran tinggi Doklam yang disengketakan di dekat Sikkim, terkait pembangunan jalan oleh orang Cina. Sebagai bagian dari Operasi Juniper, sekitar 270 tentara India yang dipersenjatai dengan senjata dan dua buldoser menyeberangi perbatasan Sikkim ke Doklam untuk menghentikan pasukan Tiongkok membangun jalan. Pertikaian itu berakhir dengan penarikan pasukan oleh kedua negara.

Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Cina Xi Jinping mengadakan pertemuan puncak informal pertama mereka pada bulan April 2018 di kota Wuhan di Cina, beberapa bulan setelah kebuntuan di Doklam. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah