Jejak masjid-masjid yang hilang di Singapura

954

Support Us

SINGAPURA (Arrahmah.com) – Jejak peninggalan Islam yang tersebar di Singapura mulai teruak. Beberapa fakta mengenai masjid-masjid yang hilang digerus zaman mulai kembali digali oleh para peneliti, termasuk Masjid yang terletak di jalan Hajijah, di Upper East Coast Road.

Masjid Kampong Hajijah, bagitulah masyarakat sekitar menyebutnya. Sebuah masjid sederhana yang digunakan oleh 300 penduduk Kampong Hajijah, sebuah desa di tepi pantai.

Pada tahun 1900, masjid dan desa di sekitarnya diruntuhkan untuk melancarkan pembangunan di daerah tersebut yang dimulai pada pertengahan tahun 1980.

Peneliti warisan budaya di Singapura, Sarafian Salleh mengatakan kepada CNA bahwa Masjid Kampong Hajijah mungkin hanya satu dari 120 masjid yang tersebar di pulau itu pada pertengahan abad ke-20, sebelum terbentuknya organisasi Dana Pembangunan Masjid pada tahun 1975.

Masjid dan desa tersebut dinamai Madam Hajijah Cemat, seorang Melayu pemilik tanah yang kaya yang mendirikan desa dan masjid, serta menyumbangkan tanah untuk Masjid Kampung Siglap di dekatnya, yang masih berdiri sampai sekarang.

Masyarakat yang tinggal di Kampong Hajijah tahun 1986. (Foto: Sarafian Salleh)

Pengalaman Sarafian dalam mendokumentasikan Masjid Kampong Hajijah pada tahun 1986, ketika dia baru berusia 16 tahun, memicunya untuk terjun mendalami dunia fotografi warisan budaya di Singapura. Namun, gairah ini perlahan memudar setelah ia melanjutkan studinya, menikah dan memiliki anak.

“Foto-foto yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun akhirnya terlupakan dan hilang,” katanya.

Semangatnya kembali muncul pada tahun 2007, ketika ia membuka kembali foto-foto lama dan mulai membagikannya di media sosial.

“Postingan saya mengenai foto-foto lama Kampong Hajijah menarik perhatian Ibu Hanizah Abdul Ghani yang merupakan cicit dari Nyonya Hajijah, wanita yang membangun Masjid Hajijah pada tahun 1900,” katanya.

“Ibu Hanizah berbagi cerita tentang nenek buyutnya, dan ini mendorong saya untuk berpikir bahwa setiap masjid memiliki kisah hebat untuk diceritakan”, imbuhnya.

Sarafian (50), seorang insinyur dan pedagang, yang juga menjadi sukarelawan sebagai pemandu wisata dalam organisasi My Community mengatakan bahwa jumlah “masjid yang hilang” di Singapura tidak terdokumentasi dengan baik.

Namun, penelitiannya dengan temannya Zaini Kassim telah membantu mengatasi kesenjangan ini. Mereka berusaha menemukan dan membuat katalog masjid-masjid yang terlupakan tersebut, bekerja dengan informasi dari arsip serta kontribusi dari teman-teman.

“Zaini Kassim telah mengkonsolidasikan nama-nama masjid yang ada dan yang hilang di Singapura dan kami telah secara konsisten memperbarui informasi di media sosial,” kata Sarafian.

Zaini Kassim (56), mengatakan bahwa dia mulai mendokumentasikan masjid pada 1980-an, ketika ia menyadari “masjid kampung” seperti itu perlahan-lahan menghilang.

Zaini mencatat bahwa Masjid Kampong Holland, ditutup pada tahun 2014 setelah berdiri sejak tahun 1950-an, di mana pertama dibangun sebagai surau (ruang shalat kecil) dan kemudian direnovasi menjadi masjid dengan kapasitas 500 jamaah pada tahun 1975.

Hanya segelintir masjid kampung yang tersisa di sini, dengan izin pendudukan sementara yang dikeluarkan oleh Otoritas Pertanahan Singapura seperti Masjid Petempatan Melayu Sembawang, yang terletak di daerah hutan di pinggiran Sembawang, sepelemparan batu dari Selat Johor.

Yang lainnya adalah Masjid Hang Jebat yang berusia 68 tahun di Queenstown, yang berada di ujung deretan rumah bertingkat era kolonial di Jalan Hang Jebat, di sebelah rel kereta KTM (Malayan Railway) yang beroperasi sembilan tahun lalu.

Sebuah grup Facebook, dengan nama Masjid Singapura yang Hilang (Lost Mosques of Singapore), yang memiliki sekitar 2.400 anggota, hampir setiap hari memposting masjid-masjid yang sudah lama hilang seperti masjid Paya Goyang dan Angullia Park di Orchard Road, dan Masjid Aminah di Geylang, yang kini berubah menjadi satu blok Perumahan Dewan.

Fondasi penelitian Sarafian dan Zaini adalah sebuah buku dari awal tahun 1980-an yang berjudul Masjid-Masjid di Singapura 1982 (Mosques in Singapore 1982), sebuah buku tipis karya Syed Abu Bakar Alsagoff yang juga membuat katalog masjid-masjid di negara itu pada saat itu.

Berita Terkait

Terlepas dari “dokumentasi lengkap” yang ditemukan dalam buku ini, kedua pria itu, serta teman-teman media online lainnya, telah mampu mengidentifikasi masjid-masjid yang tidak terdokumentasi.

Sarafian berharap dapat menyusun sebuah buku, mendokumentasikan masjid-masjid serta cerita-cerita dari penduduk desa yang dulu tinggal di sekitar mereka.

Sementara itu, Zaini berharap lebih banyak buku seperti itu akan ditulis untuk membuat catatan masjid dan desa yang sekarang dilupakan.

Dengan Islam datang ke wilayah ini berabad-abad yang lalu, Sarafian mengatakan masjid-masjid yang hilang ini kemungkinan lebih dulu dibangun dari pada Masjid Omar Kampong Melaka yang dibangun pada tahun 1820 oleh dermawan Arab Syed Omar Aljunied, yang sering dikenal sebagai masjid tertua di Singapura.

“Masjid-masjid di masa lalu umumnya ditemukan di sepanjang wilayah pesisir Singapura dan sepanjang tepian sungai,” kata Sarafian.

“Ada masjid yang ditemukan lebih jauh di pedalaman, tetapi ini lebih sedikit daripada yang ditemukan di sepanjang daerah pesisir,” tambahnya.

“Ini termasuk Masjid Haji Osman di Seranggong Kechil (sekarang Serangoon), dan Masjid Wak Sumang di Kampong Punggol (sekarang Punggol Point),” katanya, ia juga mencatat berbagai sumber menunjuk ke Kampong Punggol sebagai salah satu pemukiman paling awal sebelum kedatangan Stamford Raffles.

Konon, Wak Sumang merupakan nama prajurit Jawa yang telah mendirikan Kampung Punggol. Masjid Wak Sumang dihancurkan pada tahun 1995 untuk memberi jalan bagi pembangunan di daerah tersebut.

Foto Masjid Wak Sumang yang diambil pada tahun 1985. (Foto: Sarafian Salleh)

“Masjid-masjid ini umumnya dibangun di tengah-tengah komunitas Muslim yang tinggal dan berdagang di desa masing-masing dan berfungsi sebagai tempat sholat, pertemuan kampung, dan pengajaran pengetahuan agama,” kata Sarafian.

Ia juga menjelaskan bahwa masjid-masjid kampong tidak memiliki menara dan kubah. Sebaliknya, arsitektur masjid dirancang untuk beradaptasi dengan iklim tropis Asia Tenggara.

“Masjid-masjid ini dibangun di atas panggung, yang memungkinkan angin berhembus di bawah masjid untuk mendinginkan ruang dan juga untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi,” katanya.

“Atapnya dibuat curam untuk memudahkan air hujan mengalir ke bawah dan tidak menggenangi atap, selain itu juga untuk mengurangi silau dari matahari,” paparnya.

Sarafian menambahkan bahwa kebanyakan masjid-masjid ini dibangun di sekitar sumur masyarakat, di mana penduduk desa dapat mengambil air untuk melakukan wudhu sebelum shalat.

Sumur yang berada di dekat Masjid Kampong Hajijah. (Foto: Sarafian Salleh)

Masjid-masjid yang lebih tua juga memiliki instrumen perkusi yang disebut bedok (bedug) dan kentong, yang dibunyikan untuk memanggil penduduk agar melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah.

“Masjid-masjid ini lebih kecil dan hanya menampung tidak lebih dari 300 orang,” katanya, sangat berbeda dengan Masjid Darul Ghufran di Tampines yang bisa menampung hingga 5.000 jamaah saat ini.

Sementara masjid yang lebih baru umumnya diberi nama Arab, Sarafian mengatakan masjid yang lebih tua memiliki “nama Melayu”, yang terkait dengan kepribadian yang dikenal atau lokasi bersejarah.

Mendokumentasikan masjid-masjid yang terlupakan ini adalah proses penting dalam melestarikan sejarah Singapura, katanya.

“Menjaga nama asli masjid membantu mempertahankan sejarah orang-orang yang tinggal di sana yang merupakan blok bangunan bangsa,” pungkasnya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Berita Arrahmah Lainnya

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Iklan