Berita Dunia Islam Terdepan

Arab Saudi mulai longgarkan lockdown

280

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi mengumumkan pelonggaran pembatasan yang telah menghentikan banyak kegiatan di negara itu karena pandemi coronavirus.

Pada Ahad (31/5/2020), jam malam di semua wilayah Kerajaan akan mereda, kecuali Mekah.

Pergerakan warga di beberapa kota dan di wilayah negara itu akan diizinkan, Saudi Press Agency melaporkan pada Selasa (26/5).

Pelonggaran ini menyebabkan lockdown yang berlangsung 24 jam di negara itu dilonggarkan dengan jam malam mulai pukul 3 sore hingga 6 pagi hingga hari Ahad, setelah itu jam malam akan berubah menjadi 8 malam sampai 6 pagi.

Makkah akan tetap di bawah lockdown penuh selama 24 jam.

Pada 21 Juni, semua jam malam di Arab Saudi akan dicabut dan shalat di masjid Makkah akan diizinkan.

Namun, pedoman jarak sosial harus terus dipatuhi dan pertemuan lebih dari 50 orang akan terus dilarang.

Pihak berwenang juga telah mengizinkan pegawai kembali bekerja di kementerian, lembaga pemerintah dan perusahaan sektor swasta.

Beberapa kegiatan ekonomi dan komersial juga akan diizinkan untuk dilakukan termasuk di toko grosir dan eceran, serta mal. Kafe akan diizinkan beroperasi kembali.

Namun, semua sektor pekerjaan di mana aturan jarak sosial lebih sulit untuk dicapai seperti salon kecantikan, tukang cukur, klub olahraga dan kesehatan, pusat rekreasi dan bioskop akan tetap ditutup.

Umrah dan penerbangan internasional akan terus ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Aturan baru tersebut berdasarkan pada evaluasi yang terus-menerus di kementerian kesehatan dan dapat diubah tergantung situsi.

Sebelumnya, menteri kesehatan Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan: “Fase-fase ini dimulai secara bertahap sampai kita kembali normal, dengan konsep baru berdasarkan jarak sosial.”

Dia menambahkan, langkah pencegahan yang diambil oleh Kerajaan pada awal wabah membantu membatasi penyebaran virus.

Sekarang, lanjutnya, kementerian telah mengembangkan rencana untuk fase selanjutnya yang bergantung pada dua faktor utama: Kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk mengatasi kasus-kasus kritis, dan perluasan pengujian untuk mengidentifikasi infeksi baru sesegera mungkin.

Pada hari Senin, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan: “Kondisi buruk akan berlalu, insya Allah, dan kami akan pulih, insya Allah.”

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan