Berita Dunia Islam Terdepan

Dua petugas medis Covid-19 di Papua ditembak separatis bersenjata, satu tewas

466

Support Us

PAPUA (Arrahmah.com) – Dua orang petugas medis yang bertugas bagian tim Gugus Tugas Covid-19 di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua ditembak kelompok separatis bersenjata Papua. Satu petugas dilaporkan meninggal dunia.

Petugas yang ditembak bernama Almalek Bagau dan Eunico Somou. Petugas yang meninggal disebut Eunico.

“Satu dari petugas medis bernama Eunico Somou, dikabarkan telah meninggal dunia. Kita memang belum bisa memberikan keterangan yang pasti. Karena kami susah ke lokasi kejadian dan tempatnya sangat jauh,” kata Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala kepada wartawan, Jumat (22/5/2020), lansir VIVA.

Yuli Karre mengungkapkan, dari delapan distrik di Intan Jaya, tiga distrik di antaranya yang baru ditempati aparat keamanan TNI dan Polisi. Kemudian, lima distrik lainnya yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos keamanan dan personel keamanan.

“Kita rencananya besok akan ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Informasi soal penembakan terhadap dua petugas medis ini didapat dari Pastoran Bilai. Ia bilang memang dua petugas tersebut bagian Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya.

Kedua petugas ini ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Intan Jaya sebagai Tim Gugus Tugas Covid-19 di sana.

“Nanti besok bisa langsung konfirmasi ke Bapak Bupati,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni membenarkan informasi tentang kejadian yang menimpa dua petugas medisnya.

Diduga sementara aksi penganiayaan dan penembakan terhadap dua petugas medis ini terjadi pada Jumat sore, 12 Mei 2020.

“Betul ada informasinya dan  saya baru terima. Ada dua orang. Akan tetapi kami belum pastikan ini pelaku dari pihak mana begitu. Namun, diduga dari pihak KKB. Korban adalah petugas kesehatan untuk Distrik Wandai di sana,” ujarnya.

Dua petugas medis itu berada di Distrik Wandai untuk melakukan sosialisasi dan penyerahan sembako dan lain-lain.

“Mereka masuk dalam Tim SK kami dan kami baru terima informasi, belum mendalami pelaku dari kelompok mana atau orang dari mana,” jelasnya.

Pada Sabtu (23/5/2020) pihanya akan melakukan pertemuan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk ke lokasi kejadian.

Selanjutnya, untuk korban kritis akan segera dievakuasi ke Nabire untuk menjalankan perawatan secara insentif.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan