Berita Dunia Islam Terdepan

PSBB belum dilonggarkan, Indonesia catat lonjakan tertinggi Covid-19

471

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – 693 kasus baru Covid-19 pada Rabu (20/5/2020) diumumkan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, yang merupakan penambahan tertinggi sejauh ini sejak wabah mencapai Indonesia.

Jumlah kasus harian kembali melonjak setelah tiga hari sebelumnya Indonesia melaporkan kurang dari 500 kasus per hari.

“Pasien sembuh bertambah 108 menjadi 4.575 orang dan pasien meninggal bertambah 21 orang menjadi 1.242 (dalam 24 jam terakhir),” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto melalui telekonferensi, Rabu (20/5).

Penambahan kasus tertinggi terjadi di Jawa Barat yakni 176 kasus sehingga totalnya menjadi 1.876 kasus.

Provinsi Jawa Timur melaporkan penambahan kasus kedua terbanyak dalam 24 jam terakhir yakni 119 kasus sehingga total kasus menjadi 2.496.

Indonesia sejauh ini telah memeriksa 211.883 sampel spesimen yang diambil dari 154.139 orang.

Artinya Indonesia memeriksa hampir 9 ribu spesimen dalam 24 jam terakhir, sedikit lebih rendah dari target pemerintah yakni 10 ribu spesimen per hari.

Sebanyak 44.703 orang berstatus dalam pemantauan (ODP) dan 11.705 orang berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Yuri mengklaim belum ada relaksasi PSBB sejauh ini meski pemerintah tengah menyusun skenario relaksasi untuk diimplementasikan begitu situasi penularan kasus dirasa cukup aman.

“Kami sedang melakukan kajian ini karena problem dari setiap daerah tidak sama, jadi dibutuhkan kajian data yang komprehensif,” ujarnya.

“Mohon untuk tidak dimaknai bahwa sekarang (relaksasi) sudah diberlakukan. Kalau relaksasi tidak terukur maka yang terjadi adalah penularan baru,” lanjut Yuri.

Namun, situasi di jalan-jalan di beberapa kota di Indonesia telah cukup padat, jauh berbeda saat PSBB baru diberlakukan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah