Berita Dunia Islam Terdepan

Dipimpin KH Syamsul, Pondok Gontor mengalami kemajuan pesat

371

Support Us

PONOROGO (Arrahmah.com) – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Senin (18/5), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Syamsul Hadi Abdan, berpulang ke haribaan Allah SWT. Kiai Syamsul menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr. Sedono Madiun setelah mendapat perawatan sejak Senin (11/5/2020)

Beberapa bulan sebelumnya, November 2019, Kiai Syamsul sempat rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Hal ini dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh darah di kepala dan gangguan di jantung. Namun setelah menjalani perawatan, kondisi beliau membaik dan dapat kembali mengikuti aktivitas Pondok seperti biasa.

Kepergian Beliau menyisakan duka mendalam bagi para santri, guru, alumni, dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Kiai Syamsul menjadi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak tahun 2006, menggantikan K.H. Imam Badri. Sebelum menjadi Pimpinan, Kiai Syamsul sempat menjadi Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada tahun 2002 hingga 2006.

Kiai Syamsul wafat di usia 76 tahun, meninggalkan 5 anak dan 15 cucu. Beliau lulus KMI Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1969, kemudian menamatkan Sarjana Muda (BA) di Institut Pendidikan Darussalam Gontor pada tahun 1974, dan menyelesaikan Program Sarjana di Institut Studi Islam Darussalam pada tahun 1994.

Selama 14 tahun Kiai Syamsul memimpin Pondok Modern Darussalam Gontor, bersama Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dan K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pondok Gontor mengalami kemajuan pesat. Diantaranya, pembukaan beberapa kampus baru, pendirian Universitas Darussalam Gontor, pembangunan stadion, renovasi masjid dan pembangunan menara, serta pelaksanaan Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 2016 lalu yang berjalan sukses.

Beliau juga rutin mengunjungi kampus-kampus Pondok Modern Darussalam Gontor, baik putra maupun putri, dalam dan luar Jawa. Dalam berbagai kesempatan, Kiai Syamsul seringkali menyampaikan materi sejarah Gontor secara detail dan menarik. Hal ini menjadi kesempatan para santri dan guru untuk memperdalam ilmu kepondokmodernan serta meneladani para pendahulu.

Usai dimakamkan, KH Akrim Mariyat menyampaikan sambutan mewakili Pondok Modern Darussalam Gontor dan keluarga. Beliau merujuk kepada hadits, apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.

“Dengan hadits ini, maka Kiai Syamsul sudah memiliki ketiganya,” tutur Kiai Akrim.

In sya Allah 25 ribu santri Gontor dan ratusan ribu para alumni menjadi saksi ilmu yang bermanfaat dari seorang Kiai Syamsul Hadi Abdan. Selamat Jalan Kiayi.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan