Raja Yordania peringatkan Israel akan terjadi konflik besar jika caplok Tepi Barat

454

Support Us

AMMAN (Arrahmah.com) – Raja Yordania memperingatkan “Israel” akan sebuah “konflik besar” jika mereka tetap melanjutkan rencananya untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

“Israel” telah bersumpah akan mencaplok permukiman Yahudi dan Lembah Yordan, yang bisa berarti berakhirnya proses perdamaian yang telah lama terhenti yang membuat hampir mustahil untuk mendirikan negara Palestina yang layak.

Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melangkah selangkah lebih dekat dengan mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan setelah lebih dari satu tahun mengalami kebuntuan politik.

Raja Yordania Abdullah II, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Der Spiegel pada hari Jumat, mengeluarkan peringatan keras atas rencana “Israel” tersebut.

“Para pemimpin yang menganjurkan solusi satu negara tidak mengerti apa artinya,” katanya.

“Apa yang akan terjadi jika Otoritas Nasional Palestina runtuh? Akan ada lebih banyak kekacauan dan ekstremisme di wilayah itu. Jika Israel benar-benar mencaplok Tepi Barat pada Juli, itu akan menyebabkan konflik besar-besaran dengan Kerajaan Yordania,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu (16/5/2020).

Berita Terkait

Yordamia adalah sekutu dekat Barat dan satu dari hanya dua negara Arab yang telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Raja Abdullah menolak untuk mengatakan apakah pencaplokan ini akan mengancam perjanjian tersebut.

“Saya tidak ingin membuat ancaman dan menciptakan suasana perselisihan, tetapi kami sedang mempertimbangkan semua opsi. Kami setuju dengan banyak negara di Eropa dan komunitas internasional bahwa hukum kekuatan tidak boleh diterapkan di Timur Tengah,” terangnya.

Khaled Elgindy, rekan senior di Institut Timur Tengah, mengatakan rencana aneksasi “Israel” dapat menimbulkan ancaman bagi kerajaan Yordania.

“Bagi monarki di Yordania, berakhirnya solusi dua negara – dimana rencana dan aneksasi ini benar-benar bertujuan untuk mencapainya – mengakhiri setiap prospek negara Palestina, bukan hanya merupakan ancaman strategis, tetapi sangat mungkin bahkan merupakan ancaman eksistensial terhadap monarki di Yordania,” terangnya.

Yordania telah melobi Uni Eropa untuk mengambil “langkah-langkah praktis” untuk memastikan pencaplokan ini tidak terjadi.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Berita Arrahmah Lainnya

110 Petani Dibantai di Nigeria Akhir Pekan Ini

NIGERIA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 110 orang tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian timur laut Nigeria. Banyak pihak menuduh kelompok militan Islam yang aktif di daerah tersebut sebagai pelaku, meskipun belum ada…

Pasukan keamanan Irak mulai ditempatkan di Sinjar

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan keamanan Irak pada Selasa mulai melaksanakan rencana penempatannya di pusat distrik Sinjar di provinsi Niniwe utara. "Rencana untuk mengerahkan pasukan keamanan di pusat Sinjar telah dilaksanakan oleh…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Bom Motor Meledak, Tujuh Warga Jarabulus Terluka

JARABULUS (Arrahmah.com) – Sebuah sepeda motor bermuatan bahan peledak meledak di pusat kota Jarabulus, kota perbatasan utara Suriah yang dibersihkan dari kelompok militan Islamic State atau yang lebih dikenal dengan ISIS, oleh Turki dalam…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Masih Istirahat Usai Dari RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan Polda MJ

JAKARTA (Arrahmah.com) - Masih menjalani pemulihan usai melakukan check up kesehatan di RS Ummi Bogor, Imam besar Habib Rizieq Shihab tak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020). Habib Rizieq sedianya diperiksa…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Iklan