'Tindakan mengerikan': Pembantaian di rumah sakit Kabul guncang Afghanistan

847

Support Us

KABUL (Arrahmah.com) – Setelah berjuang untuk hamil selama bertahun-tahun, Zainab (27), melahirkan bayi laki-laki pada Selasa (12/5/2020) pagi di sebuah rumah sakit kecil di sudut barat daya Kabul. Dia sangat gembira dan menamai bocah itu Omid, yang berarti “harapan”.

Sekitar jam 10 pagi (05:30 GMT), satu jam sebelum dia dan keluarganya bersiap untuk pulang ke provinsi  Bamiyan, tiga pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi merangsek ke bangsal bersalin rumah sakit dan mulai menembak.

Zainab, yang bergegas kembali dari kamar mandi setelah mendengar keributan itu, pingsan ketika dia melihat insiden memilukan tersebut. Dia menghabiskan tujuh tahun mencoba memiliki anak, menunggu sembilan bulan untuk bertemu putranya dan hanya memiliki empat jam bersamanya sebelum sang putra terbunuh.

“Saya membawa menantu perempuan saya ke Kabul agar dia tidak kehilangan bayinya,” kata Zahra Muhammadi, ibu mertua Zainab, tidak bisa menahan kesedihannya. “Hari ini kita hanya akan membawa jenazahnya ke Bamiyan.”

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 24 orang, termasuk 16 wanita dan dua bayi baru lahir. Setidaknya enam bayi kehilangan ibu mereka dalam serangan yang telah mengguncang negara Afghanistan.

Berita Terkait

“Dalam lebih dari 20 tahun karir saya, saya belum menyaksikan tindakan yang lebih mengerikan dan brutal dari pada kejadian kemarin,” kata Dr Hassan Kamel, direktur Rumah Sakit Anak Ataturk di Kabul, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pada hari yang sama, setidaknya 32 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri pada acara pemakaman di provinsi timur Nangarhar. Serangan ini diduga untuk menggagalkan kemajuan menuju pembicaraan damai yang diperantarai AS antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Presiden Ashraf Ghani mengutuk serangan itu dan memerintahkan militer untuk bersiap melakukan serangan.

Taliban, yang menandatangani perjanjian dengan AS pada Februari, telah membantah keterlibatan dalam kedua serangan itu.

Sebuah cabang dari kelompok bersenjata ISIS di Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas serangan bom pada acara pemakaman di Nangarhar. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Berita Arrahmah Lainnya

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Ilmuwan yang terkait dengan program nuklir Iran terbunuh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Seorang ilmuwan Iran yang dituduh "Israel" memimpin program nuklir militer Republik Islam sampai pembubarannya di awal tahun 2000-an "dibunuh" pada hari Jumat (27/11/2020), kata televisi pemerintah. "Israel"…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Serangkaian roket hantam Kabul, 8 dilaporkan tewas

KABUL (Arrahmah.com) - Beberapa roket menghantam daerah pemukiman pada awal jam sibuk di ibukota Afghanistan Kabul pada Sabtu (21/11/2020), menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 31 lainnya, kata pejabat polisi setempat.…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Iklan