Lebih dari 3.000 anggota Jamaah Tabligh India masih mendekam di tempat karantina meski hasil tes negatif

554

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Sebanyak 3.013 anggota kelompok Jamaah Tabligh masih tetap ditahan di berbagai fasilitas karantina di Delhi setelah lebih dari 40 hari. Meskipun hasil tes mereka negatif dan masa karantina 14 hari mereka sudah lama, namun mereka belum dibebaskan meskipun ada permintaan.

Mohammad Shoaib, koordinator COVID-19 Departemen Kesehatan Delhi, mengkonfirmasi kepada Anadolu Agency bahwa semua anggota Jamaah Tabligh siap untuk dibebaskan.

“Hasil tes semua anggota negatif dan menunggu pembebasan mereka. Kami telah bertanya kepada pejabat beberapa kali tetapi mendapat jawaban yang sama bahwa pengurusan dokumen belum selesai. Beberapa daerah di Delhi juga masih ditutup,” kata Dr. Shoaib.

Dia juga mengatakan 250 anggota Tablighi yang dikarantina bahkan diminta untuk menyumbangkan plasma mereka, dan mengkonfirmasi bahwa plasma tersebut telah diterima.

Departemen Kesehatan Delhi telah menulis surat kepada Kementrian Dalam Negeri dua kali pada 17 April dan 3 Mei, untuk membebaskan anggota Jamaah yang negatif, tetapi hal tersebut belum membuahkan hasil.

Dalam suratnya, departemen juga menyebutkan bahwa “anggota tidak hanya dinyatakan negatif tetapi juga menyelesaikan lebih dari 28 hari tinggal di rumah sakit  atau fasilitas karantina.”

Berita Terkait

Dari 3.013 anggota yang berada di pusat karantina, sebanyak 567 orang adalah warga negara asing dan 2.446 lainnya merupakan orang India, termasuk 191 penduduk Delhi.

Dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2020), Menteri Kesehatan Delhi Satyendra Jain mengatakan mereka telah berulang kali mencari “arahan dan protokol” dari kementerian, menambahkan bahwa para anggota tidak dapat dibebaskan lebih awal karena lockdown diberlakukan sampai 3 Mei.

“Jika polisi harus bertindak terhadap siapa pun, bebas untuk melakukannya. Kalau tidak, mereka yang masih dalam karantina meskipun hasil tesnya negatif sekarang harus dibebaskan,” kata Jain.

Dalam operasi lima hari pada akhir Maret, para anggota Jamaah Tabligh telah dievakuasi dari kantor pusat Jamaah Tabligh di Delhi, mengubahnya menjadi pusat penyebaran virus pertama di Delhi. Sebanyak 1.080 orang dinyatakan positif, tetapi semua telah dikarantina sejak itu.

Kepala Tablighi Jamaat India, Maulana Muhammad Saad Kandhlawi, menghadapi dakwaan kriminal serius karena mengorganisir acara tersebut, dan telah dikarantina sendiri sejak berita itu menyebar. Adapun hasil tesnya menunjukkan bahwa ia negatif dari COVID-19.

India melaporkan lebih dari 56.500 kasus virus corona, termasuk hampir 1.900 kematian. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Iklan