Berita Dunia Islam Terdepan

Rezim Asad dan Khalifa Haftar bekerja sama dalam perdagangan obat-obatan terlarang

339

Support Us

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Komisi investasi yang terhubung dengan pemimpin angkatan bersenjata di Libya timur, komandan panglima perang Khalifa Haftar, sedang memperdagangkan obat-obatan dengan rezim Asad di Suriah, Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha mengklaim pada Selasa (5/5/2020).

Bashagha menyebutkan di akun media sosial bahwa 4 metrik ton (4,4 ton) obat ditemukan dalam karton susu di kapal EGY CROWN yang berlabuh di Port Said di Mesir. Kapal itu datang dari Suriah dalam perjalanan menuju Benghazi.

Bashagha mengatakan, karton itu milik seorang pengusaha yang dekat dengan rezim Suriah yang juga ada dalam daftar sanksi AS dan UE.

“Komisi Investasi Angkatan Darat Haftar telah bekerja sama dengan rezim Asad untuk beberapa waktu, dan berusaha membuka koridor udara dan laut melalui Libya, sehingga memperoleh keuntungan finansial ilegal,” katanya seperti dilansir Anadolu (6/5).

Sang Menteri menekankan bahwa menurut laporan pengawasan keuangan internasional dan organisasi narkotika, rezim Asad menyelundupkan narkoba ke titik-titik tertentu, termasuk pelabuhan timur Libya melalui Suriah, dan membiayai dirinya sendiri dengan kegiatan ekonomi ilegal.

Pemerintah Libya berhubungan dengan Interpol mengenai masalah ini dan jika tidak ada tindakan yang diambil terhadapnya, akan ada kerusakan yang lebih besar karena kelompok teror akan dibiayai tanpa henti, menurut Bashagha, yang menuntut Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan.

Menurut media setempat, sebuah kapal berbendera Suriah yang meninggalkan Latakia, Suriah, menuju Benghazi dihentikan oleh otoritas Yunani pada Desember 2018 di dekat Kreta.

Obat-obatan senilai 113 juta USD disita dan dihubungkan dengan seorang pengusaha yang dekat dengan rezim Suriah, dan seorang individu yang dekat dengan Haftar di Libya.

Kegiatan ilegal sedang meningkat di Benghazi yang dikuasai Haftar. Perdagangan senjata dan perdagangan narkoba telah meningkat, menurut laporan PBB pada Januari.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah