Mahan Air Iran berkontribusi dalam penyebaran virus Corona di Timur Tengah

335

Support Us

TEHERAN (Arrahmah.com) – Data pelacakan penerbangan dan rekaman-rekaman dari sumber terbuka menunjukkan bagaimana maskapai penerbangan Mahan Air Iran terus melakukan penerbangan saat pemerintah memberlakukan larangan terbang di wilayah tersebut dan berkontribusi terhadap penyebaran virus corona di Timur Tengah, sebuah penyelidikan oleh BBC News Arab menemukan.

Penyelidikan menemukan bahwa Mahan Air -maskapai penerbangan terbesar Iran- menjalankan ratusan penerbangan antara Iran dan beberapa negara di Timur Tengah dalam periode waktu antara akhir Januari hingga akhir Maret. Dan bahwa negara-negara tujuan memberikan izin penerbangan Mahan Air untuk mendarat meskipun telah menerapkan larangan pada penerbangan rutin dari Iran, lansir Al Arabiya (5/5/2020).

Sumber Mahan Air mengatakan kepada BBC bahwa puluhan awak kabin menunjukkan gejala COVID-19 dan bahwa ketika staf berusaha menyampaikan kekhawatiran mereka dan meminta disediakannya peralatan keselamatan, mereka dibungkam.

Pada pertengahan Maret, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pilot Mahan Air Iran Asghar Loran meninggal karena virus corona.

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada Mahan Air pada tahun 2011 karena hubungannya dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan untuk penyelundupan senjata ke proksi Iran di zona perang Timur Tengah atas nama Pasukan Quds, cabang luar negeri IRGC.

Berita Terkait

Maskapai ini juga telah dituduh sebagai faktor yang berkontribusi signifikan terhadap penyebaran COVID-19 di Iran, negara yang paling parah terkena dampak di Timur Tengah, karena maskapai ini melanjutkan penerbangannya ke beberapa kota di Cina, tempat dimulainya pandemi, sepanjang Februari meskipun larangan resmi Iran untuk penerbangan ke Cina diumumkan pada 31 Januari.

Investigasi BBC menemukan bahwa Mahan Air menjalankan penerbangan antara Iran dan Beijing, Shanghai, Guanghzou dan Shenzhen di Cina antara akhir Januari dan akhir Maret.

Menurut penyelidikan, sementara ada beberapa penerbangan yang membawa bantuan dari Iran ke Cina dan beberapa penerbangan untuk memulangkan warga Iran, 157 penerbangan tambahan Mahan Air dioperasikan antara kedua negara setelah 5 Februari.

Kematian pertama akibat coronavirus di Timur Tengah dilaporkan di Qom, Iran. Para pejabat mengatakan pada 19 Februari bahwa virus corona membunuh dua lansia di kota suci Syiah di selatan Teheran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh “kepala maskapai penerbangan teror Iran” Mahan Air membawa coronavirus ke Iran melalui penerbangannya ke Cina.

Pada 25 Februari, 27 orang dinyatakan positif mengidap virus corona di enam negara di kawasan Arab setelah kembali dari Iran.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Iklan