Tak seperti Ramadhan sebelumnya, masjid-masjid di Kashmir kosong akibat lockdown

247

Support Us

SRINAGAR (Arrahmah.com) – Setelah hidup melalui dua lockdown secara beruntun, yang telah menghancurkan perekonomian lokal, orang-orang di Kashmir, yang kini dikelola India, melaksanakan Ramadhan dalam suasana yang sepi.

Ancaman penyebaran virus corona membuat kosong masjid-masjid yang biasanya penuh sesak di lembah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

Bagi banyak orang, pemandangan masjid yang sepi di saat lockdown seperti ini adalah pengalaman yang tidak pernah ada sebelumnya.

“Masjid lingkungan kami benar-benar disegel. Semuanya sangat memilukan tetapi ini juga menyangkut masalah hidup masyarakat,” kata Ghulam Ahmad, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Berita Terkait

Ahmad (63), yang merupakan seorang pensiunan pegawai pemerintah, tinggal di Gund Kaisar, sebuah desa di distrik utara Bandipora, yang menjadi salah satu daerah yang terkena dampak corona paling parah di Kashmir dengan lebih dari 100 kasus penyakit COVID-19.

Gund Kaisar, seperti banyak desa di Bandipora, berada di bawah lockdown ketat untuk menahan penyebaran infeksi yang telah membuat dunia terhenti.

Ahmad mengatakan keluarganya tidak melakukan persiapan seperti biasa untuk menyambut Ramadhan, yang biasanya diisi degan berbelanja kebutuhan puasa.

“Kami bahkan tidak dapat membeli kurma untuk berbuka puasa karena pasar di sini benar-benar ditutup dan tidak diizinkan untuk dibuka,” katanya. “Akses keluar dan masuk ke desa juga disegel,” imbuhnya.

Di desa tetangga, Gund Jahangir, yang telah dinyatakan sebagai “zona merah” yang sangat tidak stabil oleh pemerintah wilayah itu, Ahmad mengatakan setidaknya 35 keluarga telah ditempatkan di bawah karantina.

“Sungguh menyakitkan betapa tiba-tiba semuanya terjadi,” katanya. “Sebelumnya, desa itu akan seperti sebuah keluarga dan kita akan berkeliling setelah berbuka puasa dan mengobrol dan saling mengunjungi.”

Lockdown yang ditetapkan selama Ramadhan, kata Ahmad, telah membuat keluarga-keluarga itu sangat kesulitan.

Dipicu oleh penyebaran virus corona baru yang berasal dari Cina dan telah menginfeksi lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia, membuat Kashmir juga harus merasakan lockdown.

Penguncian sebelumnya, yang berlangsung hampir tujuh bulan, diberlakukan pada Agustus tahun lalu ketika pemerintah India mencabut status semi-otonomi daerah itu dan membagi negara menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Iklan