Berita Dunia Islam Terdepan

Kasus corona turun selama Ramadhan, Malaysia longgarkan lockdown

197

Support Us

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) – Malaysia melonggarkan penguncian wilayah (lockdown), Rabu (29/4/2020). Sejumlah sektor ekonomi sudah bisa beroperasi. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Datuk Seri Azmin Ali.

sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (29/4),  Azmi mengatakan negaranya mengizinkan beberapa sektor ekonomi yang sudah beroperasi dengan setengah kapasita selama pembatasan pergerakan (MCO), untuk meningkatkan pekerjaan per hari ini.

Namun dia juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut harus mematuhi pedoman pemerintah di sektor masing-masing. Seperti tetap menerapkan aturan menjaga jarak sosial (social distancing) untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19).

“Mereka yang tidak melakukannya akan dihentikan dan tindakan hukum segera akan diambil. Perusahaan yang telah disetujui [untuk beroperasi] tidak perlu mendaftar ke MITI (Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional),” kata Datuk Seri Azmin dalam sebuah pernyataan.

“Meski pemerintah telah memberikan pelonggaran, pemilik bisnis masih perlu mematuhi ‘normal baru’ ini dengan mengikuti aturan social distancing di tempat kerja dan pedoman kontrol kesehatan,” lanjutnya, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia.

Sejumlah industri yang diizinkan antara lain permesinan dan kedirgantaraan, industri otomotif yang berorientasi ekspor. Serta beberapa jenis proyek konstruksi seperti pekerjaan tunneling dan pemeliharaan lereng, serta toko perangkat keras, listrik dan elektronik.

Azmin mengungkapkan, Dewan Aksi Ekonomi (EAC) juga telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Senin lalu. Ini untuk membahas krisis ekonomi dan kemungkinan perbaikan.

Para pejabat itu juga mengadakan pertemuan terpisah dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan beberapa menteri lainnya. Dari sana, pemerintah sepakat mengizinkan sektor-sektor ekonomi yang sudah beroperasi untuk memulai operasi dengan kapasitas penuh sesegera mungkin.

“Pertemuan EAC berfokus pada kebutuhan untuk memulai kembali dan menghidupkan kembali rantai pasokan ekonomi secara keseluruhan yang akan membantu bisnis untuk beroperasi sepenuhnya, membangun kembali saham yang terkena dampak, serta memungkinkan pengiriman layanan dan barang yang efisien ke pelanggan,” terangnya.

Sementara itu, NSC yang mengoordinasikan pekerjaan dalam perang melawan virus corona sedang menyelesaikan prosedur operasi standar baru untuk zona hijau COVID-19. Menurut Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob, prosedur baru akan menghapus beberapa pembatasan yang diberlakukan berdasarkan MCO.

“Untuk zona hijau, kami berpikir untuk mengizinkan beberapa aturan santai tetapi ini akan datang dengan SOP. Misalnya, di area perumahan atau apartemen yang terjaga keamanannya, jika tidak ada kasus COVID-19 selama lebih dari sebulan, dan tidak ada gejala, kita dapat memberikan kebebasan, seperti meninggalkan unit mereka, turun ke bawah untuk beraktivitas, dan membawa anak-anak keluar,” katanya pada konferensi pers hariannya.

Zona hijau adalah distrik di seluruh negara yang dinyatakan bebas dari virus setelah menjalani karantina dua minggu.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan