Netanyahu: Trump janjikan kedaulatan 'Israel' atas Lembah Yordan

148

Support Us

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (26/4/2020) menyatakan keyakinannya bahwa AS akan mengakui kedaulatan negara pendudukan atas pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki “dalam beberapa bulan”.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, disiarkan di Channel 12 ‘Israel’, Netanyahu mengatakan: “Saya yakin bahwa janji Presiden AS Donald Trump, untuk mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas permukiman di Tepi Barat dan Lembah Yordan, akan dipenuhi beberapa bulan mulai sekarang.”

Dia menambahkan: “Saya yakin bahwa janji ini akan dipenuhi, dan kita dapat merayakan momen pembuatan zaman lainnya dalam sejarah Zionisme.”

Menurut Channel 12, Netanyahu membuat pernyataan meskipun dia khawatir bahwa masa jabatan Trump akan berakhir dalam kompetisi sengit yang akan dia hadapi dalam pemilihan mendatang pada bulan November melawan kandidat Demokrat John Biden.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya menganggap aneksasi wilayah-wilayah di Tepi Barat sebagai “keputusan yang hanya menjadi milik ‘Israel'”.

Berita Terkait

Sejak Trump menjabat, ia telah mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas keseluruhan Yerusalem yang diduduki dan Dataran Tinggi Golan, terlepas dari kenyataan bahwa keputusan ini bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menganggap tanah Arab yang direbut oleh ‘Israel’ pada tahun 1967 itu sebagai wilayah yang diduduki.

Pekan lalu, Netanyahu dan saingan utamanya Benny Gantz, ketua aliansi Biru dan Putih (Kahol Lavan), sepakat untuk membentuk pemerintah persatuan darurat, berdasarkan rotasi jabatan perdana menteri.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk mengajukan RUU untuk mencaplok Lembah Yordan dan pemukiman ‘Israel’ di Tepi Barat pada awal Juli.

Pada bulan Januari, Trump mengumumkan apa yang disebut “kesepakatan abad ini”, yang termasuk pembentukan negara-setengah Palestina dalam bentuk sebuah kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan, mengumumkan kota Yerusalem ibu kota ‘Israel’ yang tidak terbagi, dan mengizinkan Tel Aviv untuk mengambil alih Lembah Yordan.

Para pejabat Palestina mengatakan bahwa di bawah rencana AS, ‘Israel’ akan mengambil alih 30-40 persen dari Tepi Barat yang diduduki, termasuk seluruh kota Yerusalem. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Bendera Azerbaijan dikibarkan di kota Lachin yang baru dibebaskan

LACHIN (Arrahmah.com) - Tentara Azerbaijan memasuki wilayah Lachin pada Selasa setelah 28 tahun pendudukan oleh pasukan Armenia dan mengibarkan bendera nasional Azerbaijan di pusat kota. Dalam gambar yang dibagikan oleh Kementerian…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Iklan