Berita Dunia Islam Terdepan

Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan digelar sore ini

671

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sidang Isbat penetapan awal bulan Ramadhan 1441 Hijriah akan digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (23/4/2020) sore. Mengingat Covid-19 masih menjadi pandemi, sidang akan digelar melalui video telekonferensi.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, melalui keterangan tertulis seperti dilansir Kompas.com, Selasa (14/4).

“Sidang Isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama,” lanjutnya.

Seperti biasa, sidang akan dibagi dalam tiga sesi.

Sesi pertama ialah paparan posisi hilal awal Ramadhan 1441 Hijriah oleh anggota tim falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Paparan ini akan disiarkan secara live streaming melalui situs web dan medsos Kemenag.

Pada sesi ini akan disediakan ruang dialog, sehingga masyarakat dan media bisa ikut berpartisipasi. Setelah shalat Maghrib, sidang akan digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan MUI, DPR, Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam.

Sidang diawali dengan pembacaan laporan olah Direktur Urusan Agama Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Adapun pemantauan bulan baru atau rukyatul hilal rencananya dilakukan di 82 titik yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Rukyatul hilal ini dilaksanakan oleh petugas Kanwil Kemenag provinsi bekerja sama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung.

Kamaruddin mengatakan, dalam sidang, para tokoh organisasi masyarakat yang diundang dapat berdialog dalam sidang ini melalui meeting room online.

“Setelah mendengar laporan dan masukan dari ormas, Menag akan menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah,” ujarnya.

Selanjutnya, hasil sidang Isbat akan diumumkan secara terbuka oleh Menag melalui telekonferensi pers. “Publik bisa mengikutinya melalui live streaming web dan medsos Kemenag,” ujar Kamaruddin. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah