Rumah sakit India tolak merawat pasien Muslim atas kasus Corona

934

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Sebuah rumah sakit swasta di India utara telah meminta maaf karena memasang iklan kontroversial di surat kabar yang menolak merawat Muslim yang belum dites negatif virus corona.

Rumah Sakit Kanker Valentis, yang terletak di distrik Meerut di negara bagian Uttar Pradesh, mengutip alasan iklan yang terhubung dengan kelompok Jamaah Tabligh.

“Dugaan perilaku keliru anggota-anggota Jamaah Tabligh telah berkontribusi terhadap penyebaran infeksi coronavirus di negara ini. Perintah ini tidak berlaku bagi profesional kesehatan Muslim, polisi dan orang-orang yang tidak tinggal di daerah berpenduduk Muslim,” kata iklan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/4/2020).

Mengeluhkan sikap rumah sakit tersebut, sebuah kasus telah didaftarkan oleh polisi setempat. Kasus tersebut dan kecaman di seluruh negeri menyebabkan permintaan maaf dari rumah sakit yang bersangkutan di surat kabar yang sama.

“Kami menyadari bahwa beberapa orang tersakiti karena pemberitahuan kami kemarin. Pesan yang keliru tersebut telah hilang, dan kami menyesalinya serta meminta maaf,” katanya.

India telah menyaksikan semakin banyak kasus di mana Muslim didiskriminasi dan diserang. Kekerasan tersebut berasal dari kepercayaan tak mendasar yang tersebar luas di antara populasi mayoritas Hindu bahwa komunitas Muslim minoritas “sengaja” menyebarkan virus untuk menggagalkan upaya negara itu untuk membendung penyebaran virus Corona.

Beberapa hari sebelumnya, sebuah Rumah Sakit Sipil yang dikelola pemerintah di negara bagian Gujarat barat dituding memisahkan pasien coronavirus berdasarkan agama mereka.

Berita Terkait

Para pejabat dan beberapa saluran berita televisi sayap kanan Hindu dengan keras berkampanye menentang Jamaah Tabligh.

Sebuah kampanye kebencian dilontarkan di media arus utama dan media sosial yang menyamakan Muslim dengan “bom manusia” dan menuduh mereka melakukan “jihad Corona”.

Kampanye tersebut telah menyebabkan serangan fisik pada komunitas Muslim. Mereka juga menyerukan boikot sosial dan ekonomi terhadap Muslim di India saat negara itu baru pulih dari kerusuhan agama yang mematikan yang menewaskan lebih dari 50 orang – kebanyakan dari mereka Muslim – pada bulan Februari.

Video yang konon menunjukkan pedagang sayur Muslim menjilati produk mereka atau menyuntikkan makanan dengan air liur telah beredar di media sosial bersama dengan seruan untuk berhenti melakukan bisnis dengan komunitas Muslim.

Situs-situs pengecekan fakta telah mengonfirmasi bahwa banyak dari video tersebut merupakan video lama atau berasal dari negara lain.

Beberapa pedagang Muslim telah dipukuli oleh penduduk Hindu serta dilarang memasuki daerah-daerah ketika geng-geng lokal menyerukan para pedagang Hindu untuk memasang bendera berwarna kuning untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai non-Muslim.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Masih Istirahat Usai Dari RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan Polda MJ

JAKARTA (Arrahmah.com) - Masih menjalani pemulihan usai melakukan check up kesehatan di RS Ummi Bogor, Imam besar Habib Rizieq Shihab tak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020). Habib Rizieq sedianya diperiksa…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Bukti baru kejahatan Australia di Afghanistan mulai bermunculan

CANBERRA (Arrahmah.com) - Bukti baru yang mencengangkan muncul pada Selasa (1/12/2020), menunjukkan tentara Australia melanggar hak-hak warga Afghanistan selama terlibat dalam perang di Afghanistan yang dipimpin AS. Foto-foto yang…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Iklan