Turki yakinkan Zionis 'Israel' akan bantuan medis dalam perangi COVID-19

762

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki menyetujui pengiriman peralatan medis dan pasokan ke ‘Israel’ untuk membantunya mengatasi penyebaran COVID-19.

“Ada permintaan bantuan medis dari Israel, dan itu akan selesai dalam beberapa hari. Kami akan secara bersamaan mengirimkan pasokan medis ke Palestina,” kata juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin pekan lalu.

Kalin ingat bahwa Turki telah mengirimkan peralatan medis ke banyak negara sejak awal pandemi, termasuk Italia, Spanyol, Inggris, lima negara Balkan, Azerbaijan, dan Qatar.

Sebelumnya, harian ‘Israel’ Yedioth Ahronoth mengkonfirmasi bahwa Turki akan mengirim pasokan medis ke ‘Israel’ sebagai bagian dari “perjanjian komersial”, bukan sebagai “bantuan kemanusiaan”.

Sementara seorang pejabat Turki mengatakan kepada Bloomberg bahwa pemerintah Turki menyetujui penjualan peralatan medis ke ‘Israel’ untuk alasan kemanusiaan.

Peralatan yang dikirim meliputi: masker wajah, baju pelindung, dan sarung tangan steril untuk membantu negara penjajah itu melawan wabah coronavirus.

Berita Terkait

Tiga pesawat dari ‘Israel’ diperkirakan akan mendarat di pangkalan udara Incirlik selatan untuk mengambil kargo pada hari Kamis pekan ini, kata pejabat, yang akrab dengan pengiriman dan diminta untuk tidak disebutkan namanya membahas masalah sensitif.

Turki akan menyumbangkan bantuan medis untuk Palestina dalam beberapa hari mendatang, kata pejabat itu.

Pejabat Turki menahan diri untuk tidak mengomentari masalah ini selama berhari-hari, namun Saluran Inggris Turki TRT menyebutkan laporan Bloomberg dalam salah satu laporannya tentang bantuan Turki ke negara-negara di seluruh dunia yang memerangi virus corona.

Media ‘Israel’, termasuk surat kabar Hayom, mengatakan “langkah penting” Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan peningkatan hubungan antara Tel Aviv dan Ankara.

Channel 12 milik Zionis ‘Israel’ melaporkan bahwa kesepakatan itu tertunda di bandara Istanbul setelah kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak persyaratan untuk memungkinkan bantuan untuk mencapai otoritas Palestina tanpa ada perampokan. Netanyahu menolak untuk tawar-menawar, mengingat Erdogan telah kembali ke kebijakan negatifnya terhadap ‘Israel’, dan dengan demikian membekukan kesepakatan dan bantuan.

Menurut saluran itu, warga ‘Israel’ di luar pemerintah membeli pengiriman peralatan Turki, yang seharusnya didistribusikan ke fasilitas medis di ‘Israel’. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Iklan