COVID-19: Muslim Assam khawatirkan kondisi keluarga yang berada di pusat-pusat penahanan

262

Support Us

GOALPARA (Arrahmah.com) – Terakhir kali Gulbahar Begum (28) melihat ayahnya di rumah adalah pada November 2017. Sejak itu, setiap bulan, dia harus melakukan perjalanan hampir 145km (90 mil) ke pusat penahanan Tezpur di distrik Sonitpur di negara bagian Assam di India timur laut untuk bertemu Gul Mohammad, ayahnya.

Mohammad (69), dinyatakan sebagai “imigran ilegal” oleh Foreigners Tribunal, sebuah pengadilan di Assam, dan dijebloskan ke penjara karena tidak dapat menunjukkan dokumen yang cukup untuk membuktikan kewarganegaraannya.

Selama tiga minggu terakhir, Gulbahar melakukan perjuangan melalui jalur hukum untuk membebaskan ayahnya karena pandemi global coronavirus. Dia mengatakan kekhawatiran atas kesehatan ayahnya membuat dia tidak bisa tidur.

“Ayah saya memiliki berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit ginjal. Kaki kirinya sering membengkak,” Gulbahar, yang berasal dari desa Barkhal di distrik Marigaon, Assam, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Dia seharusnya berada di rumah dalam krisis kesehatan publik ini dan bukan di pusat penahanan,” imbuhnya.

Ketika India berjuang untuk mengatasi penyebaran pandemi, lebih dari 800 keluarga imigran, yang dianggap ilegal oleh pemerintah India, khawatir tentang keselamatan orang-orang yang mereka cintai, yang mendekam di enam pusat penahanan di Assam tanpa batas waktu yang jelas kapan mereka akan dibebaskan.

Tahun lalu, hampir 1,9 juta orang, di mana banyak dari mereka adalah Muslim, tidak terdaftar dalam Daftar Warga Nasional (NRC), sehingga membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan. Mereka harus dideportasi atau ditahan di kamp-kamp seperti di mana Mohammad ditahan.

Beberapa organisasi HAM menyebut NRC sebagai alat yang digunakan oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India “untuk menargetkan dan mencabut hak penduduk Muslim”, sebuah tuduhan yang dibantah oleh partai nasionalis Hindu. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Meski Diprotes, Sri Lanka Keukeuh Kremasi Korban Covid-19 Muslim

KOLOMBO (Arrahmah.com) – Mahkamah Agung (MA) Sri Lanka menolak petisi komunitas Muslim yang menentang kremasi jenazah Muslim korban Covid-19. Peraturan Pemerintah Sri Langka menyebutkan jenazah korban Covid-19 agar dikremasi. Sebanyak 12…

Ilmuwan yang terkait dengan program nuklir Iran terbunuh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Seorang ilmuwan Iran yang dituduh "Israel" memimpin program nuklir militer Republik Islam sampai pembubarannya di awal tahun 2000-an "dibunuh" pada hari Jumat (27/11/2020), kata televisi pemerintah. "Israel"…

NYT: AS akan kembali bergabung dengan kesepakatan Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden terpilih AS Joe Biden akan bersikeras agar Iran menyetujui tuntutan baru jika ingin AS kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi, New York Times mengatakan Rabu (2/12/2020). New York Times…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Pejabat AS: "Israel" dalang dalam pembunuhan Fakhrizadeh

WASHINGTON (Arrahmah.com) - "Israel" mengatur dan mengeksekusi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada 27 November, CNN melaporkan pada Rabu (2/12/2020) mengutip seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya.…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah