Taliban putuskan akhiri pembicaraan dengan pemerintah boneka Afghan terkait pertukaran tahanan

788

Support Us

KABUL (Arrahmah.com) – Taliban telah memutuskan menghentikan pembicaraan dengan pemerintah boneka Afghanistan mengenai pertukaran tahanan, langkah utama dalam pembicaraan damai yang ditengahi oleh Amerika Serikat setelah negara itu menyetujui pakta penarikan pasukan dengan kelompok bersenjata itu.

Dalam sebuah tweet yang pertama kali diposting dengan bahasa Pashtun sekitar tengah malam pada Selasa (7/4/2020) juru bicara politik Taliba,n Suhail Shaheen mengatakan tim teknisnya tidak akan berpartisipasi dalam “pertemuan sia-sia”, dan pembebasan tahanan mereka “tertunda di bawah satu atau alasan lain”, seperti dilansir Al Jazeera.

“Karena itu, tim teknis kami tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tanpa hasil dengan pihak terkait mulai besok,” Shaheen, yang berbasis di Doha, mengatakan dalam tweet berikutnya dalam bahasa Inggris.

Washington menandatangani kesepakatan dengan Taliban pada akhir Februari yang mengharuskan pemerintah Afghanistan -yang bukan merupakan penandatangan perjanjian- untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban, dan bagi kelompok bersenjata itu untuk membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah sebagai balasannya.

Pakta antara Amerika Serikat dan Taliban, di mana pasukan internasional pimpinan AS akan mundur sebagai imbalan atas jaminan keamanan Taliban, dipandang sebagai peluang terbaik untuk mengakhiri perang 18 tahun.

Berita Terkait

Tetapi perdamaian bergantung pada pembicaraan antara pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan Taliban. Pertukaran tahanan dimaksudkan untuk membangun kepercayaan di kedua sisi untuk pembicaraan tersebut.

Perwakilan Taliban dan pemerintah Afghanistan telah mengadakan pembicaraan di Kabul sejak pekan lalu untuk mencoba menyelesaikan pertukaran tahanan yang seharusnya terjadi pada 10 Maret.

Matin Bek, anggota tim perunding pemerintah, mengatakan pembebasan itu ditunda karena Taliban menuntut pembebasan 15 “komandan top”.

“Kami tidak bisa membebaskan pembunuh orang-orang kami,” klaim Bek kepada wartawan, Senin (6/4). “Kami tidak ingin mereka kembali ke medan perang dan merebut seluruh provinsi.”

Bek menambahkan bahwa pemerintah siap untuk membebaskan hingga 400 tahanan Taliban yang memiliki “ancaman rendah” sebagai isyarat “niat baik” sebagai imbalan atas pengurangan “kekerasan” yang cukup besar, tetapi Taliban menolak tawaran itu.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Aktivis wanita Saudi alami pelecehan seksual di Penjara

RIYADH (Arrahmah.com) - Aktivis hak-hak perempuan Saudi telah disiksa dan dilecehkan secara seksual oleh para interogator saat mereka mendekam di penjara, tidak memiliki pengadilan yang adil, klaim laporan baru-baru ini. Laporan…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Fadli Zon: Ada Otak Kotor yang Tidak Suka Anies dan Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Imam Besar FPI Habib Rizieq oleh pihak kepolisian. Ia menilai, pemanggilan kedua tokoh tersebut lantaran…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Iklan