Aktivis dan jurnalis Libanon ditangkap karena menentang kebijakan lockdown

245

Support Us

BEIRUT (Arrahmah.com) – Enam aktivis dan seorang jurnalis ditangkap pada Kamis (2/4/2020) setelah para aktivis itu menentang perintah karantina total (lockdown) yang diberlakukan di Libanon, mereka menggelar protes di depan sebuah bank di salah satu lingkungan tersibuk di Beirut.

Gerakan Pemuda untuk Perubahan, sebuah kelompok aktivis berideologi komunis, memposting sebuah video yang menunjukkan sekelompok kecil pemuda di luar Al-Mawarid Bank (AM Bank) di Jalan Hamra di Beirut barat, beberapa mengenakan masker dan beberapa tanpa masker, meneriakkan beberapa slogan. Kelompok itu mengatakan enam aktivis telah ditangkap, bersama dengan jurnalis Mohammad Nazzal, lansir Al Arabiya.

Video kedua menunjukkan para pendemo bentrok dengan sekelompok pria lain di luar bank.

Sejumlah demonstrasi telah digelar di seluruh Libanon dalam beberapa hari terakhir, yang menentang perintah lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona. Protes yang melanggar kebijakan pemerintah, telah dilakukan sebagian besar oleh penduduk daerah miskin, termasuk kota utara Tripoli dan pinggiran selatan Beirut, yang mengatakan mereka menderita sebagai akibat dari kegiatan ekonomi yang terhenti.

Berita Terkait

Bank telah ditutup selama lebih dari dua minggu sejak lockdown di seluruh Libanon dimulai, meskipun pemerintah mengatakan mereka dapat tetap terbuka untuk fungsi-fungsi penting.

Sebelum penutupan, bank semakin menjadi sasaran kemarahan publik karena pembatasan ketat pada penarikan dolar, yang telah memaksa warga yang perlu membayar sewa dan tagihan dalam dolar untuk membelinya dengan nilai tukar jalanan yang meningkat. Sementara tingkat resmi tetap dipatok pada 1,507 lira terhadap dolar, nilai tukar tidak resmi telah naik menjadi 2.800 terhadap dolar sejak akhir 2019. Penutupan bank telah semakin memperburuk situasi.

Serikat Jurnalis Alternatif, sebuah kelompok yang dibentuk dari pemberontakan politik di Libanon yang dimulai Oktober lalu, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pembebasan Nazzal dan para aktivis.

“Pada saat dunia menuju pengurangan kepadatan penjara, kami melihat otoritas Libanon bergerak ke arah yang berlawanan, karena meluncurkan kampanye penangkapan dan menempatkan kehidupan warga dalam risiko penularan virus melalui kontak dengan mereka,” kata pernyataan itu.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Iklan