Berita Dunia Islam Terdepan

Langgar kebijakan lockdown, Duterte: "Tembak mati mereka"

623

Support Us

MANILA (Arrahmah.com) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memperingatkan dia akan memerintahkan polisi dan militer negara itu untuk menembak mati siapa pun “yang menciptakan masalah” selama kebijakan karantina (lockdown) selama sebulan di pulau Luzon yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Biarkan ini menjadi peringatan bagi semua. Ikuti pemerintah saat ini karena sangat penting bahwa kita memiliki perintah,” katanya dalam pidato nasional televisi larut malam pada Rabu (1/4/2020) seperti dilaporkan Al Jazeera.

“Dan jangan membahayakan pekerja kesehatan, para dokter, karena itu adalah kejahatan serius. Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada yang membuat masalah, dan hidup mereka dalam bahaya: tembak mati mereka.”

“Jangan mengintimidasi pemerintah. Jangan menantang pemerintah. Anda akan kalah,” tambahnya dalam bahasa Filipina dan Inggris.

Peringatan Duterte datang setelah penduduk daerah kumuh di Kota Quezon Manila melakukan protes di sepanjang jalan raya dekat rumah-rumah gubuk mereka, mengklaim mereka belum menerima paket makanan dan pasokan bantuan lainnya sejak lockdown dimulai lebih dari dua minggu lalu.

Petugas keamanan desa dan polisi mendesak warga untuk kembali ke rumah mereka, tetapi mereka menolak, menurut laporan polisi.

Polisi membubarkan protes dan menangkap 20 orang, tambah laporan itu.

Otoritas kesehatan di Filipina telah mencatat 2.311 kasus Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus pada Rabu (1/4). Setidaknya 96 orang tewas sejauh ini.

Jocy Lopez (47), yang memimpin pengunjuk rasa, mengatakan mereka terpaksa untuk menggelar protes karena mereka tidak memiliki makanan karena lockdown.

“Kami di sini untuk meminta bantuan karena kelaparan. Kami belum diberi makanan, beras, bahan makanan atau uang tunai. Kami tidak punya pekerjaan. Kepada siapa kami berpaling,” katanya sebelum ditangkap.

Penduduk lain mengeluh bahwa dengan penangkapan suaminya dan penduduk laki-laki lainnya, banyak keluarga akan berjuang lebih jauh untuk mendapatkan makanan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah