Blokade "Israel" membuat sistem kesehatan di Gaza sangat rapuh

99

Support Us

JALUR GAZA (Arrahmah.com) – Dengan sembilan kasus COVID-19 yang terdeteksi di Jalur Gaza Palestina sejauh ini, para ahli memperingatkan bencana yang akan terjadi di wilayah yang menampung dua juta penduduk.

Ironisnya, tujuh kasus baru, yang terdeteksi pada Rabu (25/3/2020) menimpa pejabat keamanan, yang menjaga fasilitas karantina di kota Rafah di perbatasan Mesir, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Awal pekan ini, dua lelaki, yang kembali dari Pakistan dinyatakan positif. Mereka segera diisolasi di fasilitas karantina.

Poin plusnya adalah bahwa orang yang terinfeksi tidak diizinkan memasuki Jalur Gaza. Mereka dihentikan di perbatasan Mesir dan dikarantina di rumah sakit lapangan di kota Rafah.

Berita Terkait

Otoritas Palestina telah mengkonfirmasi 75 kasus virus corona di Tepi Barat. Sehingga total kasus di wilayah Palestina yang menggabungkan Tepi Barat dan Gaza mencapai 84.

Menurut kementerian, sistem kesehatan di wilayah itu sangat tidak memadai, karena hanya memiliki 60 tempat tidur perawatan intensif untuk dua juta penduduk.

Blokade “Israel” telah membuat sistem kesehatan Jalur Gaza sangat rapuh. Para ahli percaya bahwa wilayah miskin itu menderita kekurangan pasokan medis yang parah seperti alat pernapasan dan perawatan intensif.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Dr. Rami Abadla, konsultan dan direktur departemen pencegahan dan pengendalian infeksi mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan di Gaza telah mentransfer beberapa pasokan dan perangkat dari rumah sakit umum yang berbeda ke rumah sakit lapangan di Rafah, yang kini menampung sembilan pasien yang dikarantina.

“Rumah sakit Gaza kekurangan fasilitas medis dasar untuk merawat pasien coronavirus. Dalam kasus wabah penyakit, sistem medis akan gagal dan akhirnya runtuh di wilayah yang diblokade. Karena pembatasan yang diberlakukan oleh ‘Israel’, rumah sakit kekurangan peralatan sterilisasi dan peralatan medis penting lainnya,” katanya.

Qatar telah menawarkan dukungan finansial sebesar 150 juta USD kepada Jalur Gaza, yang akan dicairkan selama enam bulan ke depan untuk mengatasi pandemi coronavirus. Pihak berwenang berencana membangun 500 unit karantina di Rafah. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

PressTV: Senjata yang dipakai dalam pembunuhan Fakhrizadeh dibuat di "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Press TV Iran melaporkan pada hari Senin (30/11/2020) bahwa senjata yang digunakan dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran terkemuka Mohsen Fakhrizadeh minggu lalu dibuat di "Israel", musuh lama Republik Islam.…

Iklan