Paksa minum urin sapi untuk tangkal corona, aktivis politik India ditangkap

674

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Seorang aktivis partai BJP ditangkap setelah seorang sukarelawan jatuh sakit karena minum air seni sapi di sebuah pesta untuk memerangi virus corona baru, kata polisi pada Rabu (19/3/2020).

Narayan Chatterjee, seorang aktivis Partai Bharatiya Janata, ditangkap oleh polisi negara bagian Bengal Barat pada Selasa (18/3) malam karena menggelar acara konsumsi urin sapi dan memaksa relawan sipil untuk minum urin sapi.

“Relawan sipil itu jatuh sakit pada hari Selasa dan mengajukan pengaduan ke polisi. Aktivis BJP ditangkap pada Selasa (18/3) malam,” kata kepala kepolisian Kolkata Anuj Sharma kepada AFP.

Presiden cabang BJP di Bengal Barat mengatakan kepada AFP bahwa penangkapan Chatterjee tidak berpengaruh terhadap partai.

“India adalah negara yang demokratis. Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya,” kata Dilip Ghosh.

“Sangat disayangkan bahwa Chatterjee ditangkap karena mengutarakan pendapatnya dan mengorganisir acara itu. Kita tidak tahu apakah sukarelawan sipil itu dipaksa untuk minum air seni sapi atau tidak,” imbuhnya.

Berita Terkait

Banyak orang di negara berpenduduk mayoritas Hindu tersebut menganggap sapi adalah hewan suci dan percaya bahwa meminum air seni sapi merupakan obat mujarab untuk segala macam penyakit, dari radang sendi dan asma hingga kanker dan diabetes.

Pekan lalu, puluhan aktivis Hindu mengadakan pesta air seni sapi di ibu kota New Delhi, di mana mereka mengadakan ritual menyembah api dan minum air seni dari cangkir tanah untuk melawan COVID-19.

Seorang pedagang susu yang juga menjual air seni dan kotoran sapi juga ditangkap oleh kepolisian India pada Selasa (18/3). “Pedagang ini mengklaim bahwa air seni dan kotoran sapi dapat menjaga dari infeksi virus corona”, kata perwira senior polisi dari distrik Hooghly, Humayan Kabir kepada AFP.

Kabir mengatakan pedagang, yang bernama Sheikh Masud, menjual urin sapi seharga 500 rupee India ($ 6,69) per liter dan kotoran sapi seharga 400 rupee per kilogram (2,2 pound).

Masud, yang menggantung poster di tokonya dengan tulisan “Minum urin sapi untuk menangkal virus corona” mengatakan kepada polisi bahwa dia terinspirasi untuk menjual kotoran setelah mendengar kabar mengenai pesta air seni sapi di Delhi.

Pemerintah mengatakan pada Rabu (19/3), ada 151 kasus positif dan tiga kematian akibat virus di India, negara dengan populasi terpadat kedua di dunia yang memiliki 1,3 miliar penduduk.

Sebagian besar sekolah, fasilitas hiburan termasuk bioskop, dan bahkan Taj Mahal yang ikonik telah ditutup di India sebagai upaya untuk mencegah dan menghentikan penyebaran wabah COVID-19. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Iklan