Takut akan COVID-19, puluhan dokter dan tenaga medis Bulgaria mengundurkan diri

923

Support Us

SOFIA (Arrahmah.com) – Puluhan dokter dan perawat menyerahkan surat pengunduran diri mereka di dua rumah sakit di ibu kota Bulgaria, Sofia, setelah mereka diberi tahu bahwa mereka harus merawat pasien COVID-19.

Para pekerja medis mengatakan mereka tidak diberi perlengkapan dan peralatan pelindung untuk memberikan perawatan yang tepat, hanya beberapa hari setelah parlemen Bulgaria memberlakukan keadaan darurat di negara itu.

Dr Kameliya Bachovska dari Rumah Sakit Kota Kedua di Sofia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia dan 84 rekannya menyerahkan surat pengunduran diri setelah mereka diberi tahu bahwa rumah sakit akan dikonversi untuk menerima pasien COVID-19.

“Rumah sakit tidak memiliki cukup alat pelindung, dan bukan hanya rumah sakit kami yang tidak memilikinya. Rumah sakit yang lain juga tidak memiliki alat pelindung yang memadai. Artinya, hampir setiap dokter di Bulgaria berisiko sakit karena kebijakan ini, terutama dokter yang lebih tua, yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi,” katanya.

Dr Bachovska menjelaskan rumah sakit tidak memiliki kemampuan sanitasi dan peralatan yang diperlukan untuk menampung pasien dengan penyakit menular.

Berita Terkait

Dia juga mengatakan bahwa mayoritas dokter dan perawat di fasilitas kesehatan mendekati usia pensiun atau masih bekerja di usia pensiun, dan takut merawat pasien tanpa alat pelindung yang lengkap.

Pekan lalu, setidaknya enam anggota staf medis di Rumah Sakit St Sophia di ibu kota juga menyerahkan surat pengunduran diri mereka, mereka menyatakan keprihatinan dan alasan yang sama.

Menurut Dr Andrei Kotsev, anggota sindikat independen Zashtita, yang melakukan kontak dengan staf, selain tidak memiliki alat pelindung mereka juga tidak diberi instruksi yang tepat mengenai prosedur untuk memastikan isolasi dan keamanan pasien lain.

“Mereka hanya menerima sepaket baju pelindung setelah kami membawa awak media ke rumah sakit,” katanya kepada Al Jazeera.

Dr Angel Kunchev, kepala inspektur di Kementerian Kesehatan, mengatakan semua rumah sakit yang diinstruksikan untuk merawat pasien COVID19 telah diberi persediaan yang diperlukan. Dalam sebuah wawancara telepon, ia menolak kritik bahwa pihak berwenang telah terlambat dalam mengambil langkah-langkah terhadap penyebaran virus, dan mengatakan ia tidak tahu rumah sakit lain di mana staf mengundurkan diri.

“Saya mengerti bahwa rekan-rekan dari Rumah Sakit Kota Kedua takut akan hal yang tidak diketahui, tetapi saya tidak menerimanya karena kita berbicara tentang virus pneumonia yang mereka temui setiap musim flu,” katanya.

Pada konferensi pers yang digelar Rabu (18/3/2020), Jenderal Ventsislav Mutafchiyski, kepala satuan tugas darurat yang mengoordinasi COVID-19, mengumumkan jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara itu sebanyak 92. Sejauh ini, dua orang telah meninggal, seorang wanita berusia 66 tahun dan suaminya yang berusia 74 tahun.

Sebelumnya, Mutafchiyski menunjukkan alat pelindung, yang mulai diproduksi oleh pabrik-pabrik Bulgaria sebagai respons terhadap pandemi, dan mengkarakteristikkan tindakan yang diambil di Bulgaria sebagai tindakan yang “memadai” dan “tepat waktu”.

Pada Senin (16/3), media lokal melaporkan bahwa Bulgaria tidak akan berpartisipasi dalam pesanan seluruh Uni Eropa untuk pasokan medis meskipun mengalami kekurangan. Perdana Menteri Boyko Borisov mengumumkan alasannya adalah masalah teknis dan negara akan dapat bergabung dalam tender nanti. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Iklan