Bayi 2 bulan di Idlib harus kehilangan mata kanannya akibat serangan rezim Asad laknatullah

197

Support Us

IDLIB (Arrahmah.com) – Abdulrahman Jabi, bayi Suriah berusia 2 bulan, harus kehilangan mata kanannya akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan rezim Asad dan kelompok-kelompok teror Iran di Idlib, Suriah barat laut.

Pada 5 Maret, rumah keluarga Jabi ditembaki oleh pasukan rezim dan kelompok sekutu beberapa hari sebelum gencatan senjata baru diumumkan di provinsi tersebut.

Bayi itu, matanya terbuka lebar karena pemboman, terluka parah akibat pecahan peluru yang mengenai mata kanannya.

Abdulrahman dibawa ke rumah sakit Bab Al-Hawa di dekat perbatasan Turki dengan harapan agar dapat menyelamatkan matanya, tetapi kerusakannya terlalu parah.

Meskipun bayi Abdulrahman kini memiliki mata palsu, namun hal tersebut tidak akan mampu menghapus kesedihan dari keluarganya atau perasaan yang akan dia hadapi saat dia tumbuh dewasa.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Zahir Jabi, ayah bayi itu, mengatakan bahwa mereka tunawisma dan mencari bantuan untuk mencari tempat berlindung.

Ayah tiga anak itu berbagi kenangan tragis dalam hidupnya, mengatakan bahwa ia kehilangan ibunya dalam serangan serupa di rumah yang sama di kota Al-Janoudiyah lima tahun lalu.

Ayah Abdulrahman, yang sangat berduka atas kejadian yang membuat mata putranya rusak, berkata, “Saya sedang keluar untuk mencari kayu bakar ketika roket milik rezim Asad mulai berjatuhan di daerah kami. Salah satu dari roket tersebut mengenai rumah kami. Tergopoh, saya pulang dan membuka pintu rumah kami yang telah penuh dengan debu dan asap, kemudian saya bertanya kepada istri saya, ‘Apakah kamu baik-baik saja?’ dan dia berkata, ‘Aku baik-baik saja tetapi kepala Abdulrahman berdarah’.”

Sang ayah bergegas ke pusat medis terdeka. Petugas medis memeriksa sang bayi dan mengatakan bahwa kondisinya sangat buruk. Mereka kemudian merujuk sang bayi ke Rumah Sakit Bab Al-Hawa di perbatasan Turki.

“Hasil sinar-X menunjukkan bahwa bayi saya terluka di kepala, ada pendarahan dan dua retakan di tengkorak,” kenangnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dokter menghentikan pendarahan, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan matanya.

“Para dokter meminta saya untuk menandatangani dokumen pengangkatan mata anak saya,” katanya. “Pada awalnya saya tidak dapat menandatangani dokumen tersebut. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kesedihan saya, tetapi di sisi lain saya sangat bersyukur, setidaknya dia masih hidup, Alhamdulillah. ”

Jabi mengatakan bahwa tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kesedihannya untuk bayi kecilnya, yang kini harus menjalani sisa hidupnya hanya dengan satu mata.

“Saya berdoa kepada Allah untuk memberkatinya dengan kehidupan yang baik,” katanya.

“Lima tahun yang lalu saya kehilangan ibu saya yang berusia 60 tahun, dan sekarang putra saya yang berusia 2 bulan menjadi korban dari serangan itu. Tidak satu pun dari mereka melakukan kejahatan. Serangan ini harus berakhir,” tambah Jabi.

Mahmut Kaddah, kepala kedokteran di rumah sakit yang merawat Abdulrahman, mengatakan, “Potongan pecahan peluru itu menyebabkan kerusakan serius pada mata kanannya. Kami tidak bisa menyelamatkan mata bayi itu. Dokter spesialis mata kami harus mengeluarkannya.”

Dia juga menambahkan bahwa bayi itu kini dalam kondisi yang lebih baik.

Kaddah sangat prihatin terhadap anak-anak tak berdosa yang menjadi korban perang.

“Sejak perang meletus pada 2011, anak-anak adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban atas berbagai serangan. Banyak anak-anak yang terluka parah karena tertimpa reruntuhan dilarikan ke rumah sakit kami,” ungkapnya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pemerintah Afghanistan dan Taliban capai kesepakatan tentang kerangka kerja perdamaian

DOHA (Arrahmah.com) - Dalam perkembangan terobosan, pemerintah Afghanistan dan Taliban mengkonfirmasi pada Rabu (2/12/2020) bahwa mereka telah menyetujui prosedur pembicaraan intra-Afghanistan. Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan…

Pejuang Al Qaeda di Suriah kembali ke Marib, Yaman

MARIB (Arrahmah.com) - Sumber lokal mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin dan pejuang Al-Qaeda telah kembali ke provinsi Yaman Marib dari Suriah dalam beberapa hari terakhir, menurut laporan Yemen News Portal. Unsur-unsur Al Qaeda…

Prancis akan memeriksa 76 Masjid, sebagai bentuk tindakan keras kepada Muslim

PARIS (Arrahmah.com) - Prancis akan memeriksa 76 masjid dalam beberapa hari mendatang dalam operasi besar-besaran, yang belum pernah terjadi sebelumnya, melawan apa yang disebut separatisme, kata menteri dalam negeri negara itu pada Rabu…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

AS akan tarik pasukan dari Somalia

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Seorang pejabat militer AS pada Jumat (4/12/2020) mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menarik sebagian besar pasukannya dari Somalia pada 15 Januari, meninggalkan formasi terbatas di Mogadishu. Disebutkan…

Sumur Warga Kerap Berbau, ACT Bangun Sumur Wakaf di Tepi Sungai Opak

BANTUL (Arrahmah.com) – Tim dari Global Wakaf – ACT telah memulai pengeboran Sumur Wakaf yang terletak di Ponpes Baitul Qur’an Cendekia yang beralamat di Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (30/11/2020). Ponpes Baitul Quran…

Putin puji PM Armenia atas keberanian dalam sepakati Karabakh

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (2/12/2020) memuji "keberanian" Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dalam menyetujui kesepakatan damai atas Nagorno-Karabakh yang memicu reaksi balik terhadap pemimpin…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah