Iran bangun kuburan massal untuk korban virus corona

Gambar satelit menunjukkan Pemakaman Behesht Masoumeh di Qom.
1,067

TEHERAN (Arrahmah.com) – Citra satelit dari dugaan kuburan massal di kota Qom Iran telah meningkatkan kekhawatiran bahwa wabah coronavirus Iran jauh lebih parah daripada yang diakui pihak berwenang.

Gambar-gambar yang diungkapkan oleh New York Times pada Selasa (10/3/2020), menunjukkan bahwa pekerja Iran menggali parit di kuburan massal di pemakaman Behest Masumeh Qom pada bulan Februari.

Menurut angka terakhir dari kementerian kesehatan, pandemi virus Corona telah merenggut 429 nyawa di Iran dan menginfeksi lebih dari 10.000 orang.

Wabah di Iran adalah salah satu yang paling mematikan di luar China.

Layanan BBC berbahasa Persia, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dalam sistem kesehatan Iran, mengatakan pada akhir Februari bahwa setidaknya 210 orang telah tewas dalam wabah virus corona. Jumlah kematian resmi Iran pada saat itu di bawah lima puluh.

Sebagian besar korban tewas di Qom atau di ibukota Teheran.

Pada 24 Februari, pada saat parit-parit itu diyakini digali, seorang anggota legislatif dari Qom menuduh pemerintah berbohong tentang wabah itu, dan mengatakan bahwa di Qom saja ada lima puluh orang meninggal karena virus corona.

Wakil menteri kesehatan Iraj Harirchi membantah tuduhan itu, tetapi sehari setelah melakukan itu mengaku dirinya telah terinfeksi virus corona.

“Tidak mengejutkan saya bahwa mereka sekarang mencoba membuat kuburan massal dan berusaha menyembunyikan dampak sebenarnya dari penyakit itu,” kata Dr Amir Afkhami, seorang profesor di Universitas George Washington, kepada The Guardian.

Afkhami, yang telah menulis sejarah pengalaman Iran tentang epidemi kolera, merujuk pada hubungan perdagangan antara Iran dan Cina.

“Karena status China sebagai mitra komersial utama negara itu, pemerintah Iran mengambil langkah-langkah peringatan yang tidak memadai untuk membatasi dan memantau pelancong dari Cina,” kata Afkhami.

“Kemudian, kurang terbukanya Teheran dan keengganan untuk mengambil langkah-langkah yang kuat seperti jarak sosial dan karantina, terutama di pusat penyebaran, membantu virus ini tersebar luas,” lanjutnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.