Bahrain tuduh Iran luncurkan "agresi biologis" terkait virus Corona

810

Support Us

MANAMA (Arrahmah.com) – Bahrain menuduh Iran pada Kamis (12/3/2020) telah meluncurkan “agresi biologis” dengan menutupi penyebaran virus corona baru (Covid-19) dan tidak memberikan stempel pada paspor para pelancong Bahrain.

Banyak dari pasien yang terinfeksi Covid-19, yang tercatat di seluruh wilayah Teluk, telah melakukan perjalanan ke Iran, yang memiliki beberapa tempat suci penting dan situs ziarah bagi penganut Syiah.

“Dengan perilaku ini, Iran telah membiarkan penyakit untuk bepergian ke luar negeri, dan menurut perkiraan saya ini merupakan bentuk agresi biologis yang dikriminalkan oleh hukum internasional, karena telah membahayakan keselamatan dan kesehatan kita dan orang lain,” Menteri Dalam Negeri Bahrain, Jenderal Sheikh Rashid bin Abdulla Al Khalifa mengatakan dalam komentar di Twitter, seperti dilansir Al Jazeera.

Dalam tanggapan yang jelas terhadap komentar Al Khalifa, Amir Abdollahian, pembantu khusus untuk pembicara parlemen Iran, menulis: “Amerika, yang memerintah Bahrain melalui kehadiran Armada Kelima, adalah penyebab utama perang biologis dan pada awalnya menyangkal keberadaan coronavirus.”

Arab Saudi pada pekan lalu telah memutuskan bahwa bepergian ke Iran merupakan kejahatan, dan mengecam Iran karena memberikan izin masuk untuk warga negara Saudi.

Berita Terkait

Bahrain, di mana Syiah merupakan mayoritas penduduk, tidak melarang penduduk melakukan perjalanan ke Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi telah membantah bahwa cap paspor ada hubungannya dengan coronavirus dan meminta Riyadh untuk menghindari politisasi epidemi.

Ketika jumlah kematian terus meningkat di Iran, negara-negara Teluk Teluk mengambil langkah-langkah baru untuk menahan virus itu, dengan otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi mengatakan bahwa siapa pun yang didiagnosis dengan Covid-19, dilarang menghadiri sholat Jumat.

Belum ada negara Teluk Arab yang melaporkan kematian karena Covid-19.

Tetapi Bahrain pada Rabu (11/3) melaporkan 77 infeksi baru di antara warga yang dievakuasi dari Iran.

Bahrain mengatakan ketidakpatuhan terhadap tindakan isolasi akan dihukum hingga tiga bulan penjara dan denda hingga 10.000 dinar Kuwait (setara 32.000 USD). Tiga orang telah dilaporkan ke jaksa penuntut umum, kata kantor berita negara BNA.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

ISIS serang Baghdad, 6 pasukan keamanan Irak tewas

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Enam personel keamanan Irak dan tiga warga sipil tewas dalam penyergapan pada Sabtu (21/11/2020) yang dilakukan oleh kelompok ISIS di utara Baghdad, kata polisi dan seorang pejabat setempat. Sumber polisi…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Iklan