Pemerintah Yunani menahan imigran Suriah sebelum mengusir mereka

146

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Pemerintah Yunani secara diam-diam menahan para imigran dari Suriah di sebuah lokasi sebelum mengusir mereka ke Turki tanpa melakukan proses hukum sebelumnya, hal tersebut merupakan salah satu dari beberapa langkah keras yang dilakukan untuk menutup perbatasannya, dan itu melanggar hukum internasional.

New York Times melansir, beberapa imigran melaporkan telah ditangkap, dilucuti barang-barang mereka, dipukuli dan diusir dari Yunani tanpa diberi kesempatan untuk mengajukan suaka atau berbicara dengan pengacara, proses ilegal ini dikenal dalam hukum internasional sebagai refoulement.

Sementara itu, pejabat Turki mengatakan bahwa setidaknya tiga imigran telah ditembak dan dibunuh ketika mencoba memasuki Yunani dalam dua minggu terakhir.

Pemerintah Yunani berdalih bahwa tindakan yang dilakukannya sebagai tanggapan yang sah terhadap kebijakan yang diambil oleh pihak berwenang Turki, di mana mereka mengizinkan para imigran meninggalkan perbatasannya ke Eropa, mengingat gelombang pengungsi terus berdatangan dari Idlib yang dilanda perang.

Pemerintah Yunani membantah laporan terkait kematian imigran di perbatasan. Sementara itu, mantan Pelapor Khusus AS untuk hak asasi manusia bagi imigran, François Crépeau, mengatakan itu setara dengan “situs hitam” domestik.

Seperti yang dilaporkan secara serentak oleh media Turki dan internasional, para penjaga Pantai Yunani, yang seharusnya menjadi lembaga yang menyelamatkan nyawa, telah melepaskan tembakan ke arah para imigran di perahu-perahu kecil yang mencoba mencapai pantai-pantai Yunani dalam beberapa pekan terakhir.

Berita Terkait

Berbicara kepada New York Times, seorang imigran mengatakan tentang penjaga perbatasan Yunani, “Bagi mereka, kami seperti binatang.”

Para imigran menghabiskan malam ditahanan, tanpa makanan atau minuman, sebelum diangkut kembali melintasi perbatasan yang membagi antara Turki dan Yunani.

Reaksi Yunani terhadap pengungsi sangat keras. Setidaknya dua pengungsi telah terbunuh dan banyak yang dipukuli, diserang, dan dihujani gas airmata oleh pasukan Yunani. Pasukan Yunani bahkan telah mencoba menenggelamkan perahu karet pengungsi yang mencoba menyeberangi perairan Aegean.

Keputusan Turki untuk membuka perbatasan terjadi setelah 34 tentara Turki terbunuh oleh pasukan rezim Suriah di Idlib, Suriah barat laut pekan lalu. Tentara Turki ditempatkan di sana untuk melindungi warga sipil setempat berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia yang melarang tindakan agresi di wilayah tersebut.

Turki telah menampung hampir 4 juta imigran Suriah, lebih dari negara mana pun di dunia. Para pejabat mengatakan negara itu tidak bisa menangani gelombang pengungsi lain.

Ankara telah berulang kali mengeluh bahwa Eropa telah gagal menepati janjinya di bawah kesepakatan pengungsi UE-Turki 2016 untuk membantu imigran dan membendung gelombang imigran lebih lanjut. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Iklan