Erdogan akan terus sambut para pengungsi di perbatasan

615

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Rabu (11/3/2020) bahwa ia akan menjaga perbatasan Turki terbuka bagi para pengungsi sampai Uni Eropa memenuhi semua tuntutannya, sembari membandingkan respon Yunani terhadap krisis dengan Nazi.

“Sampai semua harapan Turki, termasuk gerakan bebas, … pembaruan serikat pabean dan bantuan keuangan, terpenuhi secara nyata, kami akan melanjutkan praktik ini di perbatasan kami,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Keputusan Turki pada akhir Februari untuk membuka kembali perbatasannya bagi para pengungsi memicu pertikaian dengan Brussels, serta ‘pertempuran’ dengan Yunani.

Yunani telah menghalangi ribuan migran yang berusaha menerobos dan dituduh memukuli dan melucuti barang-barang mereka jika mereka berhasil melintasi perbatasan.

“Tidak ada perbedaan antara apa yang dilakukan Nazi dan yang terjadi di perbatasan Yunani,” kata Erdogan.

Yunani membantah menggunakan kekerasan dan menuduh Turki mendorong “orang-orang yang putus asa” ke dalam upaya berbahaya untuk memasuki Eropa.

Berita Terkait

Erdogan mengatakan dia membuka gerbang untuk menekan Eropa agar memberikan bantuan yang lebih besar dalam konflik Suriah, di mana Turki telah berjuang untuk mendorong kembali serangan rezim terhadap kubu pemberontak terakhir Idlib.

“Dengan pemanasan cuaca di musim semi, masuknya migran gelap ke Eropa tidak akan terbatas ke Yunani tetapi menyebar ke seluruh Mediterania,” katanya memperingatkan.

Namun dia menegaskan bahwa Turki berharap untuk kesepakatan baru dengan Brussels menjelang KTT para pemimpin UE berikutnya pada 26 Maret.

Turki telah menampung sekitar empat juta pengungsi – sebagian besar dari mereka Suriah – dan khawatir gelombang massa lain ketika rezim, didukung oleh Rusia dan Iran, mendorong untuk merebut kembali Idlib.

Meskipun Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin menyetujui gencatan senjata di provinsi itu pekan lalu, kesepakatan sebelumnya terbukti sementara dan presiden Turki mengatakan Rabu (11/3) bahwa masih terdapat pelanggaran kecil atas kesepatan tersebut.

Turki setuju untuk menghentikan keberangkatan migran berdasarkan kesepakatan 2016 dengan Brussels, tetapi mengatakan belum menerima seluruh enam miliar euro yang dijanjikan, juga beberapa tuntutan lainnya belum dipenuhi, termasuk perdagangan yang ditingkatkan dan pengaturan visa. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Iklan