Pemuda pengungsi Suriah menuju Idlib untuk berperang bersama pasukan Turki

2.876

Support Us

IDLIB (Arrahmah.com) – Menyusul deklarasi ‘Operasi Perisai Musim Semi’ Turki yang disampaikan secara resmi pada Ahad (1/3/2020), beberapa pengungsi Suriah mulai bergerak menuju perbatasan selatan Turki dengan harapan bisa bergabung dengan pasukan Turki dan membantu serangan terhadap rezim Bashar Assad.

Beberapa pengungsi Suriah, sebagian besar para pemuda yang tinggal di provinsi Samsun utara Turki, telah mengajukan petisi ke kantor perekrutan militer Turki untuk menjadi sukarelawan dalam operasi tersebut.

Mengekspresikan kesedihan mereka atas kematian tentara Turki yang tewas dalam serangan rezim, pemuda pengungsi Suriah tersebut mengatakan mereka bersedia bergabung dengan tentara Turki untuk melawan rezim Assad.

“Kami sangat sedih atas martir-martir tersebut. Saya telah mengajak teman-teman saya, memberi tahu mereka bahwa tentara-tentara itu telah terbunuh di negara asal kami. Karena itu, kami memberikan petisi untuk direkrut. Setiap kali mereka membutuhkan dukungan kami, kami akan pergi berperang,” kata Muhammed Abdurrahman, salah satu pemuda pengungsi Suriah yang menjadi relawan.

Setelah menandatangani petisi, beberapa pengungsi pindah ke gerbang perbatasan Cilvegözü di provinsi Hatay selatan untuk bergabung dengan tentara Turki.

Menurut DW Turki, hampir 100 pemuda pengungsi Suriah telah menyeberangi perbatasan untuk bergabung dengan tentara Turki melawan tentara rezim sejak Ahad.

Berita Terkait

Sebuah pemandangan yang berbeda yang jarang terjadi, dimana sebelumnya gelombang pengungsi Suriah yang datang ke Turki untuk mencari keselamatan.

Hampir tanpa hambatan, para pengungsi menerima dokumen keluar dari penjaga perbatasan dan kembali ke Suriah tanpa masalah yang dilaporkan. Namun, karena mereka menerima dokumen keluar, mereka tidak akan dapat kembali ke Turki selama lima tahun ke depan.

Turki pada Ahad melancarkan Operasi Perisai Musim Semi setelah 36 tentaranya tewas dan puluhan lainnya cedera dalam serangan udara rezim Assad di Idlib, zona de-eskalasi di Suriah barat laut, tepat di seberang perbatasan selatan Turki.

Satu-satunya target Turki selama operasi adalah pasukan dan peralatan rezim Assad di Idlib dengan dasar hak negara untuk bela diri, kata Akar

Tentara Turki terbunuh ketika berupaya untuk melindungi warga sipil setempat di bawah kesepakatan September 2018 dengan Rusia, yang melarang tindakan agresi di Idlib.

Tetapi lebih dari 1.300 warga sipil sejak itu tewas dalam serangan oleh rezim Assad dan pasukan Rusia di zona itu, ketika gencatan senjata terus dilanggar, menyebabkan sekitar satu juta pengungsi menuju ke perbatasan Turki.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Iklan