Akhiri perang, Taliban-AS tandatangani kesepakatan damai

1.254

Support Us

DOHA (Arrahmah.com) – Para pejabat AS dan perwakilan Taliban telah menandatangani kesepakatan perdamaian akhir setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi di ibukota Qatar. Kesepakatan tersebut menjadi akhir perang terpanjang AS, yang mulai memasuki di Afghanistan sejak 2001.

Perjanjian yang ditandatangani pada Sabtu (29/2/2020) di Doha disaksikan oleh para pemimpin dari Pakistan, Qatar, Turki India, Indonesia, Uzbekistan dan Tajikistan, akan membuka jalan bagi Amerika Serikat untuk secara bertahap menarik pasukannya dari bumi Afghanistan.

Kedua pihak telah lama berselisih mengenai permintaan AS untuk gencatan senjata sebelum penandatanganan perjanjian perdamaian akhir, yang memiliki empat poin, yakni:

1. Dalam jangka waktu 14 bulan semua pasukan AS dan NATO harus keluar dari Afghanistan

2. Taliban menjamin bahwa tanah Afghanistan tidak akan digunakan sebagai landasan yang akan mengancam keamanan AS

Berita Terkait

3. Peluncuran negosiasi intra-Afghanistan pada 10 Maret

4. Akan dilakukannya gencatan senjata permanen dan komprehensif di Afghanistan

Dalam sebuah pernyataan, Taliban mengatakan bahwa kesepakatan tentang penghentian pendudukan Afghanistan telah tercapai.

“Kesepakatan tentang penarikan penuh semua pasukan asing dari Afghanistan dan tidak adanya campur tangan asing pada urusan dalam negeri Afghanistan di masa depan tidak diragukan lagi merupakan pencapaian besar,” tambahnya.

Satu pekan sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (22/2), Taliban memerintahkan semua pejuangnya untuk menghentikan pertempuran dan menahan diri dari serangan.

Mohammed Naeem, seorang perwakilan Taliban di Doha, menggambarkan kesepakatan itu sebagai “kemajuan”.

“Dengan kesepakatan ini, berakhirlah perang di Afghanistan,” katanya kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo meminta Taliban untuk menghormati komitmennya.

“Saya tahu akan ada godaan untuk menyatakan kemenangan, tetapi kemenangan bagi rakyat Afghanistan hanya akan tercapai ketika mereka bisa hidup damai dan makmur,” katanya pada seremonial yang digelar di Doha. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Fadli Zon: Ada Otak Kotor yang Tidak Suka Anies dan Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Imam Besar FPI Habib Rizieq oleh pihak kepolisian. Ia menilai, pemanggilan kedua tokoh tersebut lantaran…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Amnesti Kecam Pelabelan AS Atas Gerakan Boikot Israel Sebagai 'Anti-Semit'

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amnesti Internasional telah mengecam pelabelan yang dilakukan Washington atas gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang menyebutnya sebagai antisemit. Amnesti menyebut langkah Washington tersebut…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Iklan