Iran tak berencana mengarantina kota Qom, pusat wabah virus corona

331

Support Us

QOM (Arrahmah.com) – Iran tidak memiliki rencana untuk mengarantina kota besar dan kecil meskipun penyebaran wabah virus corona baru telah merebak di seluruh negeri.

Hassan Rouhani mengatakan pada sidang kabinet bahwa otoritas kesehatan hanya terus mengarantina individu.

Para pejabat telah meminta warga untuk tidak pergi ke Qom, pusat wabah, tetapi belum menutup kuil di kota yang menarik jutaan peziarah Syiah, lansir BBC (27/2/2020).

Iran telah melaporkan 139 kasus dan 19 kematian dalam sepekan terakhir.

Negara ini juga menjadi sumber puluhan kasus di negara-negara tetangga, termasuk Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait, Oman, dan Pakistan.

Ada 80.000 kasus yang dilaporkan dari COVID-19 di seluruh dunia dan 2.700 kematian terkait sejak penyakit ini muncul akhir tahun lalu.

Rouhani juga mengatakan dalam pertemuan kabinet bahwa ia telah menerima laporan “menjanjikan” dari kementerian kesehatan.

Berita Terkait

Perlengkapan uji COVID-19 telah tiba dari luar negeri melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan telah terjadi penurunan rujukan ke rumah sakit, klaimnya.

Presiden mendesak warga Iran untuk menghindari perjalanan tidak penting ke daerah-daerah yang terkena dampak, tetapi menekankan bahwa mereka tidak perlu khawatir dikurung selama seminggu atau lebih.

“Kami tidak punya rencana untuk mengarantina distrik atau kota mana pun. Kami hanya mengarantina individu. Jika seseorang memiliki gejala awal, orang itu harus dikarantina.”

Di antara mereka yang saat ini dalam isolasi adalah kepala satuan tugas Iran untuk COVID-19, Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi, yang sebelumnya menyatakan bahwa “karantina milik Zaman Batu”, sehari sebelum mengakui bahwa ia telah dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.

Pihak berwenang di Cina dan Italia telah memberlakukan pembatasan karantina ketat di seluruh wilayah dalam upaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Dr Bruce Aylward, kepala misi gabungan WHO-Cina tentang COVID-19, mengatakan tindakan luar biasa yang diambil Cina telah “mengubah arah” wabah di negara itu.

Pakar kesehatan lainnya menyatakan keprihatinan tentang keputusan Iran untuk tidak membatasi akses ke kuil Hazrat Masumeh di Qom. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Kiai Said Aqil Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube…

Relawan Mer-C Dicecar Polisi 50 Pertanyaan Terkait Swab Test Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dua orang tim medis MER-C dicecar 50 pertanyaan oleh tim penyidik Reskrim Polresta Bogor, yang memakan waktu selama enam jam lebih terkait ketelibatan melakukan swab test Habib Rizieq Shihab saat dirawat di Rumah…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Iklan