Italia ringkus kapten kapal yang diduga terlibat perdagangan senjata Libya

296

Support Us

ROMA (Arrahmah.com) – Pihak berwenang Italia telah menangkap kapten sebuah kapal kargo berbendera Lebanon yang disita di pelabuhan Genoa atas dugaan perdagangan senjata ke Libya, termasuk tank dan artileri, kata kepala jaksa kota pada hari Jumat (21/2/2020).

Setiap pengiriman senjata ke Libya akan melanggar embargo Perserikatan Bangsa-Bangsa, meskipun para pejabat PBB mengatakan embargo itu telah sering mengalami pelanggaran.

Kapal, bernama Bana, diblokir oleh polisi di pelabuhan Genoa pada 3 Februari.

Kapal tersebut kemudian digeledah setelah seorang perwira kapal mengatakan kepada pihak berwenang Italia bahwa senjata telah dimuat ke kapal di pelabuhan Turki Mersin kemudian diangkut ke ibukota Libya Tripoli, kata sebuah sumber pengadilan.

Pengiriman itu termasuk tank, howitzer, senapan mesin, dan sistem pertahanan udara, kata sumber itu.

Kapal itu semula dijadwalkan berlayar dari Turki ke Genoa. Tetapi menurut informan, yang telah meminta suaka politik, perwira militer Turki yang mengawal pengiriman telah mengatakan kepada kru untuk menyatakan bahwa pemberhentian di Tripoli adalah karena masalah mekanis.

Berita Terkait

Bana kemudian kembali berlayar tanpa kargo ke Genoa untuk memuat mobil di pelabuhan Italia, kata kepala jaksa Franco Cozzi.

Kapten kapal, Joussef Tartiussi, berkebangsaan Lebanon, ditangkap pada hari Rabu (19/2) karena dicurigai mencoba mempengaruhi kesaksian krunya dan menyembunyikan bukti, kata Cozzi.

Pengacara Tartiussi menolak berkomentar.

Pemerintah Turki mendukung Fayez al-Sarraj, perdana menteri Pemerintah Libya yang diakui PBB untuk Kesepakatan Nasional (GNA), yang telah berjuang sejak April lalu untuk menguasai Tripoli melawan Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar yang berpusat di timur.

Otoritas Italia sedang menganalisis peralatan navigasi kapal dan ponsel anggota kru dengan tujuan memverifikasi rute yang diikuti oleh Bana, yang transpondernya dimatikan setelah meninggalkan pelabuhan Turki, kata Cozzi.

Dia mengatakan bahwa meskipun dugaan perdagangan tidak terjadi di perairan Italia, pihaknya masih perlu untuk melakukan penyelidikan karena jika itu terjadi, pengiriman senjata apa pun akan melanggar embargo PBB. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Iklan