Berita Dunia Islam Terdepan

Seorang Muadzin di London ditikam saat shalat Ashar

890

Support Us

LONDON (Arrahmah.com) – Seorang pria telah ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan setelah menikam seorang muadzin di dalam Masjid Raya London atau biasa disebut Central Mosque, yang terletak di sebelah Taman Regent.

Muadzin, yang berusia 70-an, ditikam saat melakukan shalat ashar pada Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 15:00 waktu setempat. Ia dikabarkan terluka dalam serangan tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh paramedis. Kepolisian setempat mengatakan bahwa kondisi korban mulai stabil.

Direktur jenderal masjid, Dr Ahmad Al Dubayan mengatakan dia telah berbicara dengan muazin tersebut melalui saluran telepon, dan korban yang masih di rumah sakit mengatakan bahwa dia “baik dan merasa sehat”.

“Kami sangat sedih dengan apa yang telah terjadi dan kami berharap insiden ini hanya terjadi sekali saja, dan semoga insiden ini tidak terkait atau termotivasi oleh segala jenis kebencian,” ujar Al Dubayan, sebagaimana dilansir BBC.

Pelaku yang berusia 29 tahun kemudian dibekuk oleh jamaah yang menghentikan shalat mereka untuk menahannya sampai polisi tiba.

Foto-foto yang diambil dari dalam masjid memperlihatkan pelaku yang memakai jaket merah, celana jins dan tanpa alas kaki dilumpuhkan oleh beberapa anggota polisi.

Sebuah video juga memperlihatkan pisau yang digunakan pelaku tergeletak di lantai masjid.

Beberapa orang mengunggah kesaksian mereka di media sosial dan mengatakan bahwa korban ditikam di bagian leher.

Abi Watik, saksi atas serangan tersebut, mengatakan bahwa pelaku telah terlihat di masjid sebelumnya dan para jamaah menduga dia hendak shalat.

Berita Terkait

“Dia (pelaku) berada di belakang korban (muadzin) dan kemudian menikamnya secara tiba-tiba,” kata Abi Watik (59).

Pihak kepolisian kini telah menahan pelaku di salah satu kantor polisi di pusat kota London dengan tuduhan percobaan pembunuhan.

“Untuk saat ini kami tidak memperlakukan insiden ini sebagai serangan teroris,” kata pihak kepolisian setempat.

Perdana Menteri Boris Johnson melalui akun Twitternya mengatakan bahwa dia sangat sedih setelah mendengar terjadinya serangan di Central Mosque.

“Sungguh sangat disayangkan kejadian ini terjadi, apalagi di rumah ibadah. Saya berdoa bagi semua yang terdampak atas insiden ini,” tulis Johnson dalam akun Twitternya.

Walikota London Sadiq Khan mengatakan polisi akan menambah personil di sekitar tempat kejadian.

“Setiap warga London berhak merasa aman di tempat ibadah mereka,” tulis Sadiq Khan dalam akun Twitternya.

Central Mosque adalah salah satu masjid terbesar di pusat kota London yang mampu menampung sekitar 5.000 jamaah.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa terdapat sekitar 100 jamaah di dalam masjid saat insiden penikaman terjadi. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.