PBB ingatkan soal bahaya eskalasi Suriah: Tak ada tempat yang aman

187

Support Us

NEW YORK (Arrahmah.com) – Ratusan ribu warga Suriah yang melarikan diri dari aksi pemerintah yang ganas ke daerah-daerah yang lebih kecil di dekat perbatasan Turki berada di bawah kondisi yang mengerikan, termasuk suhu di bawah titik beku yang membunuh bayi dan anak-anak, kepala kemanusiaan PBB telah memperingatkan.

Berbicara kepada Dewan Keamanan PBB, Mark Lowcock mengatakan pada Rabu (19/2/2020) bahwa “bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung” di provinsi Idlib barat laut Suriah telah mengundang upaya untuk memberi dan menyediakan bantuan.

Hampir 900.000 orang, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, telah meninggalkan rumah mereka sejak 1 Desember, ketika pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia mendesak maju dengan serangan militer untuk mengusir pejuang oposisi dari benteng terakhir mereka di negara itu.

“Mereka pindah ke daerah yang semakin ramai yang mereka pikir akan lebih aman,” kata Lowcock.

“Tapi di Idlib, tidak ada tempat yang aman.”

Lowcock mengatakan pertempuran berlangsung sekarang di sekitar daerah padat penduduk dimana orang-orang yang ketakutan berlari atau menumpangi truk untuk menyelamatkan diri mereka. “Mereka sekarang berada di Dana dan Sarmada, ke arah perbatasan Bab al-Hawa yang ditutup yang bersinggungan dengan negara tetangga Turki, dalam gelombang perpindahan terbesar sejak dimulainya perang hampir sembilan tahun lalu.”

Berita Terkait

Hampir 300 warga sipil tewas dalam serangan tahun ini di wilayah barat laut, dengan 93 persen kematian disebabkan oleh pasukan Suriah dan Rusia, menurut PBB.

Sebelumnya pada hari Rabu (19/2), utusan khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen menggemakan alarm Sekretaris Jenderal Antonio Guterres pada kemunduran cepat situasi kemanusiaan “dan penderitaan tragis warga sipil”.

“Permusuhan sekarang mendekati daerah-daerah berpenduduk padat seperti kota Idlib dan perbatasan Bab al-Hawa, yang memiliki konsentrasi tertinggi pengungsi sipil di barat laut Suriah dan juga berfungsi sebagai garis hidup kemanusiaan,” katanya.

Pedersen memperingatkan, “Potensi untuk pemindahan massal lebih lanjut dan lebih banyak lagi penderitaan manusia yang nyata terlihat, karena semakin banyak orang terkurung ke dalam ruang yang semakin menyusut.”

Dia mengatakan Rusia dan Turki, sebagai sponsor dari gencatan senjata yang rapuh di Idlib, “dapat dan harus memainkan peran kunci dalam menemukan cara untuk menguraikan situasi sekarang”, meskipun pertemuan antara delegasi kedua negara di Ankara, Munich, dan Moskow baru-baru ini dan kontak antara kedua presiden belum membuahkan hasil.

“Sebaliknya, pernyataan publik dari berbagai tempat, Suriah dan internasional, memperkirakan bahaya eskalasi lebih lanjut,” kata Pedersen. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

DPR: Baliho HRS Urusan Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan penurunan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Maka dari…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

Pejuang oposisi gagalkan serangan YPG di Ras Al-Ain

RAS AL-AIN (Arrahmah.com) - Bentrokan baru meletus antara pejuang oposisi Suriah dan milisi Kurdi YPG di dekat wilayah Ras Al-Ain yang dikuasai Turki di Suriah utara, kata aktivis setempat, Jumat (20/11/2020). Pejuang Tentara Nasional…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Iklan