Akibat kebijakan kontroversialnya BJP kalah telak dalam pemilihan legislatif

2.191

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Secara mengejutkan Partai Nasionalis Hindu milik Perdana Menteri India Narendra Modi kalah telak oleh Partai Regional dalam pemilihan legislatif yang digelar di ibukota New Delhi. Hasil pemilihan ini diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada Selasa (11/2/2020).

Kekalahan Partai Modi diperkirakan akibat dari kebijakan-kebijakan kontroversial yang diambil oleh Perdana Menteri Narendra Modi dalam beberapa bulan terakhir, seperti undang-undang kewarganegaraan nasional baru yang mengecualikan Muslim.

Pemilihan legislatif di New Delhi digelar pada Sabtu (8/2) mempertemukan Partai Bharatiya Janata Modi dengan Partai Aam Aadmi yang berkuasa, atau biasa disebut partai “rakyat biasa”.

Partai Aam Aasmi dengan kebijakan pro-kaum miskinnya berfokus pada masalah seputar perbaikan sekolah yang dikelola pemerintah dan menyediakan listrik murah, perawatan kesehatan gratis dan transportasi bus untuk wanita selama lima tahun berkuasa, mendapatkan simpati dan dukungan yang besar dari masyarakat.

Dengan penghitungan suara yang hampir selesai, Partai Aam Aadmi, atau AAP, telah memenangkan 28 kursi dan memimpin 35 dari 70 konstituen lainnya, sementara BJP hanya memenangkan 2 kursi dan memimpin lima kursi lagi, kata Komisi Pemilihan Umum, sebagaimana dilansir Daily Sabah.

Berita Terkait

Kekalahan telak ini membuat wibawa Modi jatuh. Sebelumnya kurang dari delapan bulan setelah ia memimpin BJP ia dan partainya meraih kemenangan gemilang dalam pemilihan nasional, BJP memenangkan semua tujuh kursi parlemen di ibukota dalam pemilihan itu.

Kemenangan yang tak disangka ini akan menjadi dorongan besar bagi ketua AAP Arvind Kejriwal, yang merupakan menteri New Delhi berusia 51 tahun dan pemimpin gerakan anti korupsi.

Kejriwal bergabung dengan ratusan pendukungnya dalam merayakan kinerja partai. Dalam pidato singkat. dia mengatakan pemilihan “telah melahirkan merek politik baru, yaitu politik pembangunan yang ‘memenuhi kebutuhan dasar rakyat”.

Sebelum pemilihan digelar, Modi dan Menteri Dalam Negeri Shah berkampanye dengan penuh semangat dalam upaya untuk menggeser AAP dan merebut kekuasaan di New Delhi. BJP terakhir memerintah New Delhi pada 1990-an.

Undang-undang kewarganegaraan baru mempercepat naturalisasi bagi para migran non-Muslim dari negara tetangga seperti Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan yang tinggal di negara itu secara ilegal.

BJP juga berusaha mengumpulkan suara dari warga negara yang beragama Hindu untuk mengakhiri otonomi khusus Kashmir, yang dihuni oleh mayoritas Muslim, pada musim panas lalu dan mengubah wilayah yang disengketakan menjadi dua wilayah yang diperintah secara federal. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Pengadilan Iran desak tindakan tegas terhadap 'penyusup' pasca pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala pengadilan Iran Ebrahim Raisi meminta layanan keamanan negara pada hari Senin (30/11/2020) untuk menindak "jaringan infiltrasi" setelah pembunuhan seorang ilmuwan nuklir militer Iran. "Badan intelijen dan…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Iklan