16 tewas setelah kapal Rohingya yang penuh sesak tenggelam di Bangladesh

168

DAKHA (Arrahmah.com) – Setidaknya 16 orang tenggelam dan puluhan lainnya hilang setelah sebuah kapal yang membawa pengungsi Rohingya tenggelam di Bangladesh selatan, Selasa pagi (11/2/2020), kata para pejabat.

Sekitar 130 orang memadati perahu nelayan yang berusaha menyeberangi Teluk Bengal ke Malaysia, kata juru bicara penjaga pantai Hamidul Islam kepada Agence France-Presse (AFP). Sejauh ini, skeitar tujuh puluh orang dari mereka telah berhasil diselamatkan.

Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan militer di Myanmar pada tahun 2017 telah mencoba untuk meninggalkan kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di distrik Bazar, Cox, Bangladesh, dengan kapal yang menuju Malaysia.

Islam mengatakan kapal itu adalah satu dari dua kapal yang melakukan perjalanan berbahaya.

“Kami telah menemukan satu kapal terbalik. Semuanya terutama dari kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar. Kami belum menemukan tanda-tanda kapal kedua. Kami akan melanjutkan operasi kami,” kata Hamidul Islam.

“Sejauh ini kami telah menemukan 14 mayat dan 70 orang hidup,” kata komandan penjaga pantai Naim ul Haq kepada AFP.

Ia menambahkan, kapal-kapal angkatan laut dan penjaga pantai sedang mencari di dekat pulau St Martin.

“Mereka dibujuk oleh para pedagang manusia,” kata komandan penjaga perbatasan Faisal Hasan Khan.

Malaysia adalah tujuan favorit bagi Rohingya karena merupakan negara mayoritas Muslim dan memiliki diaspora Rohingya yang cukup besar.

Dengan sedikit peluang untuk pekerjaan dan pendidikan di kamp-kamp itu, ribuan orang telah berupaya mencapai negara-negara lain di Asia Tenggara.

Sejak tahun lalu, lembaga penegak hukum Bangladesh telah mengambil lebih dari 500 Rohingya dari desa-desa pesisir dan kapal-kapal ketika mereka menunggu untuk naik kapal.

Paling tidak tujuh tersangka pelaku perdagangan orang ditembak mati pada 2019 dalam bentrokan dengan polisi.

Perdagangan orang sering meningkat selama periode November-Maret ketika cuaca laut paling aman untuk perahu nelayan kecil yang digunakan dalam perjalanan berisiko.

Gelombang terbaru pengungsi Rohingya dari negara bagian Rakhine Myanmar bergabung dengan sekitar 300.000 yang telah melarikan diri dari negara itu ke kamp-kamp di Bangladesh.

Diperkirakan 25.000 orang Rohingya meninggalkan Bangladesh dan Myanmar dengan kapal pada tahun 2015 untuk mencapai Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Ratusan tenggelam ketika kapal yang kelebihan muatan itu tenggelam.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.