Tangkal wabah virus Corona, Malaysia perketat penjagaan di perbatasan

262

Support Us

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) – Dalam rangka menangkal penyebaran wabah virus Corona, Malaysia memperketat penjagaan di perbatasan negara dengan menambah jumlah mesin thermal scanner atau pengukur suhu badan serta menambah laboratorium untuk mempercepat hasil sampel terduga terjangkit corona.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurusan Bencana Malaysia yang juga Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail di Putrajaya usai rapat dengan sejumlah menteri dan Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA).

“Rumah sakit pemerintah, Kementerian Kesehatan akan memperluas kemudahan menjalankan ujian deteksi 2019-nCoV selain dari 18 laboratorium Institut Penyelidikan Perubatan (IMR), Laboratorium Kesehatan Awam Kebangsaan (MKAK), 4 Laboratorium Kesehatan Awam di negara bagian dan 12 laboratorium kesehatan pemerintah seluruh negara bagian serta laboratorium swasta,” jelasnya, sebagaimana dilansir Antara.

Selain itu pembatasan perjalanan ke Malaysia, yang kini dikenakan atas pengunjung China dari wilayah Hubei, termasuk Wuhan, akan diperluas meliputi wilayah lain setelah dikenakan pembatasan pergerakan keluar masuk oleh pemerintah China.

“Departemen Imigrasi akan mengambil tindakan terhadap pembatasan perjalanan begitu pemerintah Cina menyatakan wilayah terkunci (lockdown),” terangnya.

Wan Azizah menuturkan, penjagaan di perbatasan juga akan diperketat lagi dengan menambah jumlah mesin ”thermal scanner” suhu badan dan laboratorium untuk mempercepat keputusan sampel.

Kementerian Luar Negeri juga sedang mempertimbangkan 212 staf dari kedutaan atau konsulat untuk kembali ke Malaysia dengan segera.

Berita Terkait

Wan Azizah menuturkan, setibanya di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) mereka akan dibawa ke tempat pemeriksaan kesehatan untuk menjalani observasi kesehatan termasuk pengambilan sampel klinikal.

“Mereka yang mempunyai gejala akan terus dibawa ke rumah sakit, manakala yang tidak ada gejala akan diperbolehkan pulang dan di bawah pengawasan dan pemantauan dalam waktu 14 hari,” ungkapnya.

Hingga pukul 20.00 malam, 10 pegawai pemerintah Malaysia dari Guangzhou tiba di KLIA dan dibawa ke tempat pemeriksaan kesehatan untuk menjalani observasi kesehatan.

“Mereka diperbolehkan pulang ke rumah untuk menjalani proses pengawasan dan pemantauan,” ujarnya.

Wan Azizah menyebutkan, pemerintah juga bersedia membantu 34 warganegara Malaysia di Wuhan yang tidak dapat kembali ke Malaysia bersama 107 yang dievakuasi pada 4 Februari lalu.

Saat itu, mereka tidak boleh keluar dari wilayah tersebut, menyusul pembatasan keluar masuk yang dikenakan oleh pemerintah China.

Sejauh ini terdapat 14 kasus positif corona di Malaysia.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Iklan