Ketegangan "Israel"-Palestina kembali meningkat setelah Trump umumkan "Middle East plan"

508

Support Us

JALUR GAZA (Arrahmah.com) – Pesawat “Israel” menyerang basis Hamas di Gaza pada Kamis (6/2/2020) pagi setelah warga Palestina di Gaza meluncurkan proyektil dan balon peledak melintasi perbatasan, kata militer “Israel” dalam sebuah pernyataan.

Sumber dan saksi keamanan Palestina di Gaza melaporkan serangan terhadap target yang tidak ditentukan di utara kamp pengungsi Al-Shati dekat Kota Gaza dan basis Hamas di Jalur Gaza selatan.

Berita Terkait

Tidak ada korban jiwa dan luka-luka yang dilaporkan.

Sebelumnya, pada Rabu (5/2) malam, tentara “Israel” melaporkan bahwa “dua peluru mortir ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah ‘Israel’ di daerah-daerah terbuka”.

Insiden saling serang antara Gaza dan “Israel” terjadi hampir setiap hari setelah Donald Trump mengumumkan “Middle East plan” (rencana Timur Tengah) pekan lalu.

Palestina sangat menolak rencana yang menjanjikan solusi dua negara untuk konflik Palestina-“Israel” dengan memberi “Israel” ibukota tak terbagi di Yerusalem.

Para pemimpin dan rakyat Palestina telah berjanji untuk “berjuang melawan kesepakatan tersebut”.

“Israel” sejak pengumuman tersebut telah mengerahkan pasukan tambahan di dekat tembok blokade Gaza dan ke Lembah Yordan di Tepi Barat, yang menurut rencana akan dianeksasi ke “Israel”.

Rencana Trump berusaha melucuti Hamas, kelompok yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007 dan dianggap sebagai organisasi “teroris” oleh AS.

Juru bicara Hamas Abdellatif Al-Qanoun mengatakan kepada Al Jazeera pekan lalu bahwa kelompok itu menolak rencana tersebut.

“Hamas tidak akan mau untuk dilucuti. Tidak dapat diterima untuk berbicara tentang perlucutan senjata Hamas atau faksi perlawanan Palestina lainnya,” katanya.

“Pasukan perlawanan Palestina adalah oerganisasi yang sah dan kami memiliki hak yang dijamin secara hukum untuk mempertahankan diri dari pendudukan brutal ini,” imbuhnya.

“Israel” telah melancarkan tiga serangan besar-besaran di Gaza sejak 2008 tetapi selama setahun terakhir, kelompok-kelompok perlawanan Palestina secara bertahap telah melakukan gencatan senjata informal dengan “Israel”, sehingga “Israel” sedikit melonggarkan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza.

Namun November lalu, ketegangan meningkat setelah “Israel” membunuh seorang pemimpin senior kelompok bersenjata Jihad Islam di Gaza dan melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya 36 warga Palestina. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

NYT: AS akan kembali bergabung dengan kesepakatan Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden terpilih AS Joe Biden akan bersikeras agar Iran menyetujui tuntutan baru jika ingin AS kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi, New York Times mengatakan Rabu (2/12/2020). New York Times…

Komandan IRGC dan pengawalnya tewas dalam serangan di perbatasan Suriah-Irak

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Pada Senin (30/11/2020), sumber intelijen Irak mengatakan kepada RT Arab tentang dugaan pembunuhan seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan tiga pengawalnya, di perbatasan Irak-Suriah. Sumber intelijen…

'Israel' peringatkan warganya agar tidak bepergian ke UEA dan Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke UEA dan Bahrain karena khawatir akan tanggapan Iran terhadap pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh, Al-Khaleej Online melaporkan.…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Pejuang asal Suriah telah kembali dari Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Tentara bayaran Suriah yang dipasok Turki telah kembali ke daerah yang dikendalikan oleh pejuang oposisi di Suriah setelah bertempur di sisi pasukan Azerbaijan di wilayah Karabakh, Observatorium Suriah untuk Hak…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Iklan