Turki tak akan biarkan rezim Asad mendapatkan lebih banyak kemajuan di Idlib

1.019

Support Us

IDLIB (Arrahmah.com) – Turki tidak akan membiarkan rezim Asad mendapatkan lebih banyak wilayah di kubu oposisi Suriah di provinsi Idlib, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan pro-rezim yang didukung Rusia “mendorong orang-orang yang tidak bersalah dan berduka di Idlib menuju perbatasan kami”.

Lebih dari setengah juta warga sipil telah meninggalkan rumah mereka sejak rezim melancarkan serangan pada bulan Desember, lansir BBC (4/2/2020).

Peringatan Erdogan datang setelah delapan personil militer Turki terbunuh.

Kementerian pertahanan Turki mengatakan tujuh tentara dan satu warga sipil tewas di Idlib pada Senin (3/2) ketika mereka ditembaki oleh tentara rezim Asad meskipun telah diberitahu tentang posisi tentara Turki. Sebagai tanggapan, pasukan Turki “menetralisir” 76 tentara rezim Suriah, tambahnya.

Media rezim Asad mengatakan tidak ada korban. Tetapi Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa setidaknya 13 tentara tewas oleh tembakan Turki di Idlib dan provinsi tetangga, Latakia dan Hama.

Militer Turki telah mengerahkan pasukan ke Idlib untuk memantau perjanjian de-eskalasi 2017 yang ditengahi oleh Turki dan Rusia yang telah berulang kali dilanggar.

Berita Terkait

Diharapkan kesepakatan itu akan mencegah serangan rezim yang menurut PBB mengancam akan menciptakan bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21.

“Suriah saat ini sedang mencoba untuk membeli waktu dengan mengarahkan orang-orang tak berdosa dan berduka di Idlib menuju perbatasan kami,” kata Erdogan. “Kami tidak akan membiarkan kesempatan Suriah untuk mendapatkan tempat di sana.”

Presiden juga mengatakan Turki dan Rusia -yang mendukung pihak-pihak yang berselisih dalam perang saudara sembilan tahun di Suriah- harus berupaya menyelesaikan perbedaan mereka.

“Tidak perlu bagi kita untuk terlibat dalam konflik atau kontradiksi serius dengan Rusia pada tahap ini.”

“Kami tentu saja akan duduk dan membahas segalanya. Tapi tidak dengan amarah. Karena mereka yang duduk dengan amarah, bangun dengan kerugian,” tambahnya.

Pada hari Jumat, Erdogan mengancam akan menggunakan kekuatan militer jika situasi di Idlib “tidak kembali normal dengan cepat”.

Turki telah menampung 3,6 juta pengungsi Suriah dan mengatakan tidak akan mampu menangani gelombang baru pengungsi. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Turki Kecam Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada Kamis (19/11/2020) mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, Anadolu Agency melaporkan. "Di balik kunjungan ini terdapat tujuan untuk…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Iklan