Pemerintah India berusaha hapus sejarah Kashmir

343

Support Us

KASHMIR (Arrahmah.com) – Khalida Shah berbicara dengan pedih tentang almarhum ayahnya Sheikh Muhammad Abdullah, seorang pemimpin Kashmir modern paling berpengaruh yang warisannya yang disengketakan, menjadikannya pahlawan bagi sebagian orang dan penjahat di mata yang lain.

Selama beberapa dekade, ulang tahun Sheikh Abdullah yang jatuh pada tanggal 5 Desember menjadi hari libur negara bagian di Kashmir yang dikelola India. Tetapi sekarang hari libur tersebut telah dihapus dari kalender oleh pemeritnahan New Delhi, yang melucuti wilayah mayoritas Muslim tersebut dari otonomi terbatas enam bulan lalu.

“Ini benar-benar menyakitkan,” kata Shah (84) di rumahnya yang terletak di kota utama Srinagar. Shah juga menjadi tahanan rumah sejak Agustus tahun lalu sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap politisi Kashmir, sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Rabu (5/2/2020).

Saudaranya Farooq Abdullah dan keponakannya Omar Abdullah, keduanya mantan menteri, telah ditahan sejak Agustus.

“Pemerintah India berusaha menghapus sejarah Kashmir dengan melakukan ini,” katanya mengacu pada penghapusan perayaan ulang tahun Abdullah oleh Partai Nasionalis Hindu India yang memerintah, Partai Bharatiya Janata (BJP).

Berita Terkait

Pada 5 Agustus tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah berkampanye menentang status khusus untuk Kashmir, memutuskan untuk membatalkan Pasal 370 dan 35A konstitusi, ketentuan konstitusional yang dijamin oleh Abdullah 70 tahun yang lalu.

Pasal 370 memungkinkan Kashmir memiliki benderanya sendiri, konstitusi yang terpisah, dan kebebasan untuk membuat undang-undang.

Aktivis Kashmir khawatir penghapusan status khusus kemungkinan akan membuka pintu untuk perubahan demografis di wilayah mayoritas Muslim, karena orang luar sekarang dapat membeli tanah dan menetap di wilayah tersebut.

Banyak masyarakat yang menentang keputusan pemerintah Modi untuk menghapuskan libur Hari Syahid yang diperingati pada 13 Juli menandai tewasnya 22 orang dalam protes terhadap raja Hindu Kashmir pada 1931.

Bangkitnya Syekh Abdullah dimulai pada tahun 1931 ketika ia memimpin rakyat Kashmir menentang raja Dogra pada saat itu, Hari Singh, sehingga menjadikannya pahlawan.

Pemimpin Kashmir, yang berjuang untuk pemerintahan sendiri, kemudian setuju dengan keputusan Hari Singh untuk bergabung menjadi bagian negara India dengan syarat referendum akan menentukan masa depan wilayah mayoritas Muslim tersebut. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Iklan