Jerman desak upaya internasional untuk krisis Idlib

200

Support Us

IDLIB (Arrahmah.com) – Jerman pada Senin (3/2/2020) memperingatkan bencana kemanusiaan yang serius di Suriah barat laut di tengah serangan baru-baru ini oleh rezim dan sekutunya.

Dalam pidatonya di sebuah konferensi di Berlin yang diselenggarakan oleh angkatan bersenjata Jerman, Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan dan serangan rezim baru-baru ini yang menargetkan warga sipil di provinsi Idlib di barat laut Suriah.

“Bagaimana kita bisa mencegah bencana kemanusiaan di sana, bagaimana kita bisa menghindari pengusiran orang-orang yang terperangkap di wilayah ini. Pertanyaan-pertanyaan ini belum dijawab dengan memuaskan,” katanya, lansir AFP.

“Saya percaya bahwa ini memerlukan pendekatan internasional. Oleh karena itu baik kami, sebagai negara-negara E3 [Jerman, Perancis dan Inggris], akan melanjutkan diskusi kami dengan Presiden Erdogan,” ujar Kramp-Karrenbauer.

Erdogan bertemu dengan para pemimpin tiga kekuatan utama Eropa, Jerman, Perancis, dan Inggris pada bulan Desember, menjelang pertemuan puncak NATO di London, dan KTT format “E3 + Turki” diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Pernyataan Kramp-Karrenbauer datang setelah eskalasi militer di Suriah barat laut setelah pasukan rezim Asad menyerang tentara Turki yang dikerahkan di Idlib untuk memantau gencatan senjata pada Senin (3/2).

Berita Terkait

Setidaknya enam personel militer Turki telah tewas dan tujuh lainnya cedera dalam penembakan hebat oleh pasukan rezim Bashar Asad di wilayah tersebut.

Kramp-Karrenbauer, juga pemimpin Demokrat Kristen Kanselir Angela Merkel, tahun lalu telah mengusulkan “zona keamanan yang dikendalikan secara internasional” di Suriah utara, tetapi tidak dapat memenangkan dukungan dari mitra koalisinya, Demokrat Sosial.

Serangan militer rezim Asad baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan dan masuknya pengungsi ke Eropa.

Terletak di barat laut Suriah, provinsi Idlib adalah kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-rezim sejak pecahnya perang pada 2011.

Saat ini wilayah tersebut merupakan rumah bagi sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi internal yang terpaksa mengungsi dalam beberapa tahun terakhir setelah wilayah mereka dikepung oleh pasukan rezim.

Turki dan Rusia sepakat pada September 2018 untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, rezim Asad dan sekutu-sekutunya secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, meluncurkan serangan yang sering di dalam zona itu, menewaskan sedikitnya 1.300 warga sipil sejak perjanjian tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi, HRS Center: Tak Adil dan Politis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Rencana pemanggilan Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dinilai tidak adil dan terlihat politis terlihat Hal tersebut disampaikan Direktur Habib…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

PressTV: Senjata yang dipakai dalam pembunuhan Fakhrizadeh dibuat di "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Press TV Iran melaporkan pada Senin (30/11/2020) bahwa senjata yang digunakan dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran terkemuka Mohsen Fakhrizadeh minggu lalu dibuat di "Israel", musuh lama Republik Islam. "Senjata…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Iklan